Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Konglomerasi Jardine Hadapi Tantangan Besar di Indonesia

Grup konglomerasi, yang operasinya merambah sektor properti, ritel, hotel, dan kendaraan bermotor, telah memperingatkan para investor tentang kondisi yang semakin sulit di Indonesia.
PT Astra Internasional/Bisnis.com
PT Astra Internasional/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Jardine Matheson Holdings Ltd., salah satu trading house Inggris terakhir yang tersisa di Hong Kong, menghadapi tantangan besar di Indonesia.

Sebelumnya, bisnis perusahaan sudah terdampak oleh kisruh politik di Hong Kong dan krisis virus Corona di China.

Pandemi Corona ini telah membuat ekonomi negara Asia Tenggara yang bernilai US$1 triliun pincang. Alhasil, kondisi ini membebani unit distribusi otomotif lokal Jardine dan kontributor keuntungan terbesar kedua perusahaan, PT Astra International.

Grup konglomerasi, yang operasinya merambah sektor properti, ritel, hotel, dan kendaraan bermotor, telah memperingatkan para investor tentang kondisi yang semakin sulit di Indonesia, di mana angka kematian dari Covid-19 merupakan yang tertinggi di kawasan.

Asosiasi industri otomotif Indonesia mengurangi hampir separuh perkiraan penjualan kendaraan 2020. Proyeksi ini ikut meredupkan prospek Astra yang menjual produk mulai dari kendaraan penumpang hingga truk yang diproduksi dari Toyota Motor Corp dan Isuzu Motors Ltd.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan melemah hingga laju paling lambat dalam hampir dua dekade tahun ini, Bisnis Astra lainnya termasuk mesin berat dan minyak kelapa sawit juga merasakan kesulitan.

“Kelemahan ini benar-benar merupakan akibat Covid-19 yang berdampak besar di Asia Tenggara, di mana Jardine memiliki paparan yang cukup berarti, terutama di Indonesia,” kata Jonathan Galligan, wakil ketua kelompok penelitian di CLSA Ltd.

Bagi Jardine yang berusia 187 tahun ini, Indonesia menandai sebuah medan baru dalam perjuangannya untuk menghidupkan kembali pertumbuhan bisnis mulai dari bisnis hotel melalui Mandarin Oriental hingga supermarket, Dairy Farm.

Lonjakan kasus infeksi virus Corona yang berkelanjutan di Indonesia menunjukkan risiko yang tidak terduga di Asia Tenggara, wilayah yang menyumbang sekitar 42 persen dari laba Jardine.

Berdasarkan data Bloomberg, saham Jardine jatuh 12 persen pada bulan lalu di Singapura, penurunan paling curam sejak 2011, dan diperdagangkan mendekati level terendah hampir sembilan tahun.

Saham perusahaan telah tertekan hingga 33 persen sejak RUU ekstradisi yang kontroversial memicu keresahan sosial di Hong Kong. Sementara itu, Saham Astra telah turun 45 persen di Jakarta tahun ini, dibandingkan dengan penurunan 27 persen pada indeks patokan lokal.

Sayangnya, Jardine tidak memberikan komentar apapun terkait hal ini.

Cakupan bisnis grup ini sekarang termasuk perusahaan teknik dan konstruksi Jardine Pacific Ltd., bisnis otomotif Jardine International Motors Group dan Astra, grup ritel Dairy Farm International Holdings Ltd., perusahaan holding investasi Cycle & Carriage, perusahaan properti Hongkong Land Holdings Ltd. dan jaringan hotel Mandarin Oriental International Ltd.

Astra juga diketahui mengambil alih saham minoritas di raksasa aplikasi transportasi Gojek di Indonesia pada tahun 2018 dan membenamkan investasi lebih lanjut di perusahaan tersebut sejak tahun lalu.

Data kontributor laba Jardine
Data kontributor laba Jardine

Saham Swire Pacific, salah satu bisnis perusahaan, anjlok 50 persen sejak protes bergulir pada pertengahan tahun lalu, sementara wabah Corona itu menghantam pariwisata dan perjalanan, melumpuhkan operasi bisnis Jardine di unit usahanya, Cathay Pacific Airways Ltd.

Didirikan pada Juli 1832 di Canton sebagai pedagang teh dan opium, kekayaan Jardine terkait erat dengan China. Pada tahun 1994, Jardine memindahkan listing perusahaannya dari bursa Hong Kong ke Singapura atau tepatnya tiga tahun sebelum Inggris mengembalikan Hong Kong ke China.

Unit konglomerasi tersebut, Jardine Cycle & Carriage Ltd., secara bertahap mengambil kendali Astra mulai tahun 2000, setelah pemilik perusahaan menghadapi tantangan selama krisis keuangan Asia. Jardine terus melakukan diversifikasi di seluruh Asia Tenggara dari Vietnam ke Malaysia dan Thailand sejak itu.

Di Indonesia, kasus Corona telah meningkat hampir 10 kali lipat sejak akhir Maret menjadi 14.749 pada hari Selasa (12/5/2020).

Sementara itu, tingkat kematian karena virus ini telah mencapai 1.000 jiwa, terbanyak setelah China dan India di regional Asia.

Presiden Joko Widodo telah memperpanjang pembatasan sosial sebagian di ibu kota Jakarta dan beberapa kota terdekat untuk mengatasi penyakit ini. Pemerintah mengatakan ekonomi tahun ini dapat mengalami kontraksi dalam skenario terburuk.

Bulan lalu, Astra yang menyumbang 29 persen dari laba dasar Jardine mengatakan pandemi telah berdampak buruk pada kinerja April dan memperingatkan kondisi sulit cenderung bertahan 'untuk beberapa waktu'.

Perusahaan melaporkan penurunan 8 persen dalam laba bersih untuk kuartal pertama dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Laba grup Astra diperkirakan turun rata-rata 12 persen tahun ini.  Galligan menuturkan pelemahan rupiah adalah tantangan lain yang dihadapi Astra. Rupiah telah terdepresiasi sekitar 7 persen terhadap dolar tahun ini.

Terlepas dari tantangan tersebut, Galligan menilai Jardine memiliki neraca yang kuat dan memberikannya kekuatan finansial untuk berinvestasi kembali ketika peluang muncul.

Kelompok ini memiliki dana tunai US$7,2 miliar dan setara pada akhir Desember, dibandingkan dengan US$6,6 miliar utang jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hadijah Alaydrus
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper