Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba Media Nusantara Citra (MNCN) Melompat 45 Persen, Sahamnya Masih Melempem

Pada perdagangan Jumat (24/4/2020), saham MNCN terkoreksi 4,28 persen atau 40 poin menjadi Rp895. Sepanjang tahun berjalan, harga sudah turun sedalam 45,09 persen.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 26 April 2020  |  03:20 WIB
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Bisnis - Himawan L Nugraha
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten media PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) belum mencatatkan kinerja yang apik, kendati kinerja fundamental perusahaan moncer sepanjang 2019.

Pada perdagangan Jumat (24/4/2020), saham MNCN terkoreksi 4,28 persen atau 40 poin menjadi Rp895. Sepanjang tahun berjalan, harga sudah turun sedalam 45,09 persen.

Sepekan terakhir, harga juga merosot 14,76 persen. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp12,78 triliun, dengan price to earning ratio (PER) 5,74 kali.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis (23/4/2020), MNCN mencatatkan kinerja yang moncer sepanjang 2019. Laba perseroan tumbuh 45,84 persen, ditopang oleh pendapatan iklan baik segmen digital maupun nondigital.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang ada di Keterbukaan Informasi BEI, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk MNCN sepanjang 2019 mencapai Rp2,23 triliun, naik signifikan dibanding laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,53 triliun.

Laba tersebut berasal dari pendapatan perseroan yang juga naik. Secara total, per akhir Desember 2019 perseroan membukukan pendapatan Rp8,35 triliun, naik 12,22 persen dibandingkan akhir Desember 2018 yakni Rp7,44 triliun.

Pendapatan utama perusahaan milik taipan Harry Tanoesoedibjo itu masih berasal dari segmen iklan nondigital yakni sebesar Rp7,36 triliun, kemudian diikuti segmen bisnis konten Ro1,74 triliun.

Selanjutnya, segmen iklan digital Rp697,39 persen, dan segmen lainnya Rp113,91 triliun. Jumlah ini tidak termasuk eliminasi sehingga menjadi total pendapatan yang disebutkan sebelumnya.

Di antara seluruh segmen pendapatan perseroan, segmen iklan nondigital menjadi yang paling pesat pertumbuhannya yakni mencapai 167,10 persen, dari Rp261,10 miliar pada akhir 2018 menjadi Rp697,39 miliar pada akhir 2019.

Seiring pendapatan naik, beban langsung perseroan juga tercatat bertambah menjadi Rp3,03 triliun dari yang semula Rp2,82 triliun, atau naik 7,27 persen.

Di sisi lain, perseroan berhasil menekan liabilitasnya sebanyak 6,78 persen. Per akhir 2018, MNCN tercatat memiliki kewajiban Rp5,67 triliun, sedangkan per akhir 2019 susut menjadi Rp5,31 triliun.

Adapun, liabilitas tersebut terdiri atas Rp2,13 liabilitas jangka pendek dan Rp3,17 liabilits jangka panjang.

Sementara itu total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk perseroan juga tercatat naik 17,88 persen, dari semula Rp9,86 triliun menjadi Rp11,62 triliun.

Pada pos aset perseroan juga tercatat tumbuh. Total aset perseroan per akhir 2019 mencapai Rp9Rp17,83 triliun, naik 9,16 persen dari yang sebelumnya Rp16,33 triliun.

Sebagai bagian dari aset, kas setara kas akhir tahun MCN susut 12,41 persen, dari semula Rp720,24 miliar menjadi Rp630,86 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mnc group harry tanoe media nusantara citra
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top