Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Diprediksi Turun, Begini Prospek Saham Indocement (INTP)

Samuel Sekuritas memperkirakan kinerja Indocement akan menurun tahun ini, salah satu pemicunya adalah penurunan permintaan semen.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 17 April 2020  |  20:40 WIB
Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk Christian Kartawijaya (kiri), dan Corporate Secretary Antonius Marsos memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, di Jakarta, Senin (7/8). - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk Christian Kartawijaya (kiri), dan Corporate Secretary Antonius Marsos memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, di Jakarta, Senin (7/8). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja moncer PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. pada tahun lalu diyakini tak akan kembali terulang pada tahun ini. Emiten berkode saham INTP ini direkomendasikan hold.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi menjelaskan performa kenaikan laba 60,2 persen pada tahun lalu tak akan kembali terulang. Faktor utamanya adalah mewabahnya virus corona atau Covid-19 disebut telah menekan permintaan semen.

Samuel Sekuritas menurunkan proyeksi pendapatan Indocement sebesar 17,3 persen dan proyeksi laba bersih 38,1 persen. 

“Kami merekomendasikan Hold dengan target harga Rp12.200 per saham,” ujarnya dikutip dari riset, Jumat (17/4/2020).

Yosua mengatakan penurunan proyeksi pendapatan menjadi Rp13,87 triliun itu didasari oleh adanya himbauan untuk bekerja dari rumah dan penghentian sementara proyek properti maupun infrastruktur karena pandemi virus corona. 

Hal ini diperkirakan akan memberi pengaruh cukup besar terhadap performa penjualan semen khususnya di semester I/2020.

Penyerapan semen secara ritel juga diperkirakan menurun dengan karena adanya berkurangnya jam buka distributor dan toko bangunan. Dia memprediksi penjualan semen INTP pada tahun ini turun 12,9 persen secara tahunan menjadi 16,5 juta ton saja.

“Rendahnya permintaan membuat ASP [average selling price] juga cenderung turun 2 persen. Dengan demikian, kami merevisi turun target INTP menjadi Rp 13,9 triliun, turun 13 persen dari capaian 2019 sebesar Rp15,39 juta,” jelasnya.

Sementara itu, untuk proyeksi laba Yosua memperkirakan laba bersih perseroan akan turun 31,3 persen dari capaian 2019, menjadi Rp1,32 triliun. Hal ini disertai dengan proyeksi margin laba kotor turun 334 bps menjadi 33,71 persen.

Dia menambahkan penurunan harga saham perseroan sepanjang tahun ini belum membuat valuasi INTP terlihat atraktif. Oleh karena itu, dia masih merekomendasikan hold untuk saham INTP dengan target harga Rp12.200 dengan proyeksi rasio PE mencapai 33,9x.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (17/4/2020), saham INTP masuk zona hijau dengan penguatan 2,09 persen. Saham INTP diparkir di level Rp10,975 per saham. Adapun, secara tahun berjalan saham INTP sudah terkoreksi 42,31 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement semen rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top