Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Target Permintaan Rp30 Triliun, Simak Seri SUN Dalam Lelang 14 April 2020

Pemerintah akan melepas tujuh seri surat utang negara (SUN) pada, Selasa (14/4/2020). Target indikatif yang dibidik senilai Rp20 triliun dengan target maksimal Rp30 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 April 2020  |  11:11 WIB
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Target indikatif dan maksimal yang dibidik pemerintah dalam lelang surat utang negara, Selasa (14/4/2020), naik dibandingkan dengan lelang periode sebelumnya.

Berdasarkan data di laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah akan melepas tujuh seri surat utang negara (SUN) pada, Selasa (14/4/2020). Target indikatif yang dibidik senilai Rp20 triliun dengan target maksimal Rp30 triliun.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, target itu naik dibandingkan dengan lelang, Selasa (31/3/2020). Saat itu, pemerintah membidik target indikatif yang dipatok senilai Rp15 triliun dengan target maksimal Rp22,5 triliun.

Secara detail, dua seri merupakan surat perbendaharaan negara (SPN) yakni SPN03200715 yang jatuh tempo 15 Juli 2020 dan SPN12210401 yang jatuh tempo 1 April 2021. Keduanya memiliki tingkat kupon diskonto.

Adapun, lima seri lainnya yang akan dilelang merupakan obligasi negara fixed rate dengan tingkat kupon masing-masing FR0081 (6,50 persen), FR0082 (7,00 persen), FR0080 (7,50 persen), FR0083 (7,50 persen), dan FR0076 (7,375 persen).

Dalam lelang Selasa (14/4/2020), pihak yang bertindak sebagai dealer utama yakni

Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Danamon Indonesia Tbk., PT Bank Maybank Indonesia Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank Panin Tbk.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Permata Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Sementara itu, pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif akan membayar sesuai dengan yield rerata terimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menjelaskan bahwa dalam sepekan lalu pergerakan yield atau imbal hasil SUN Indonesia cukup stabil. Menurutnya, yield dalam kecenderungan menguat didukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Menurut saya lelang besok akan masuk penawaran berkisar Rp30 triliun—Rp40 triliun,” jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (13/4/2020).

Seperti diketahui, dalam lelang SUN Selasa (31/3/2020), jumlah penawaran yang masuk hanya Rp33,51 triliun. Nilai itu menjadi yang terendah sepanjang lelang SUN sepanjang 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sun Obligasi Pemerintah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top