Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lagi, Emiten Anyar Kena Auto Reject

Saham PT Cahaya Bintang Medan Tbk. (CBMF) naik 35 persen di awal perdagangan Kamis (9/4/2020).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 09 April 2020  |  11:36 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone memotret papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Seni (16/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone memotret papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Seni (16/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten mebel PT Cahaya Bintang Medan Tbk. (CBMF) menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 375.000.000 saham dan langsung direspon oleh investor ritel. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/4/2020), tak lama setelah perdagangan dibuka, saham CBMF langsung terkena auto rejection atas atau ARA dengan kenaikan sebesar 35 persen atau 56 poin ke level Rp216 hanya dengan 5 kali frekuensi perdagangan.   

Besaran saham yang ditebar perseroan setara dengan 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga Rp160 per saham.

Perseroan disebutkan akan menerima dana segar sebesar Rp60 miliar dimana 52 persen dana tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin produksi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selebihnya, sebesar 48 persen dana akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Dikutip dari siaran pers perseroan yang diterima Bisnis, Kamis (9/4/2020), pemegang saham pengendali perseroan adalah PT Richiwa Sakti Indonesia sebesar 84,67 persen dan sisanya sebesar 15,33 persen dipegang oleh PT Sinar Makmur Rezeki. 

Direktur Utama Cahaya Bintang Medan, Suwandi menjelaskan Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan industri furnitur. Tidak hanya karena bahan baku yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil, tetapi juga keragaman corak dari budaya lokal yang unik.

“Kebutuhan furnitur yang meningkat dari tahun ke tahun menjadikan industri ini cukup potensial untuk pertumbuhan ekonomi nasional melalui pasar ekspor,” ujarnya.

Meningkatnya industri perumahan dan meningkatnya populasi perkotaan serta perumahan dinilai akan mendukung pertumbuhan pasar furniture. Lebih lanjut, Suwandi memperkirakan pasar furnitur akan meningkat dari tahun ke tahun dimana peningkatan pembelian furnitur didorong oleh penguatan pada permintaan atas perumahaan.

Perseroan dalam hal ini menunjuk PT Indocapital Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas selaku join Lead Underwriter. 

Achmad Budijanto selaku Presiden Direktur PT Indocapital Sekuritas yang merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek menyebutkan CBMF mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 31 Maret 2020.

Selama masa penawaran umum tanggal 3 hingga 6 April 2020, saham PT Cahaya Bintang Medan Tbk mendapatkan minat yang positif dari para investor, terbukti dengan terserapnya seluruh saham Perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top