Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 3 April: Minyak Panaskan IHSG, Rupiah Gilas Dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak kala mayoritas indeks saham di Asia melemah. Nilai tukar rupiah pun tak gentar melawan tekanan penguatan dolar AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 03 April 2020  |  18:57 WIB
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak kala mayoritas indeks saham di Asia melemah. Nilai tukar rupiah pun tak gentar melawan tekanan penguatan dolar AS.

Kenaikan IHSG antara lain ditopang oleh sektor pertambangan yang menanjak di tengah lonjakan harga minyak mentah. Sentimen ini pun berhasil menjadi stimulus bagi saham-saham emiten minyak dan gas.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Jumat (3/4/2020):

IHSG Ditutup Melambung 2 Persen, Sektor Pertambangan Punya Andil

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan lonjakan 2,02 persen atau 91,74 poin ke level 4.623,43.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 4.531,81 – 4.623,43.

Sebanyak 9 dari 10 sektor dalam IHSG menetap di wilayah positif, dipimpin industri dasar (+8,52 persen), infrastruktur (+2,83 persen), manufaktur (+2,72 persen), dan pertambangan (+2,63 persen). Hanya sektor properti yang berakhir di zona merah dengan turun tipis 0,09 persen.

Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang masing-masing melonjak 19,7 persen dan 20,5 persen menjadi pendorong utamanya.

Harga Minyak Meroket, Saham Ini Ikut Terkerek

Harga minyak terus menanjak berusaha keluar dari area US$20 per barel seiring dengan meningkatnya optimisme bahwa produsen minyak akan memangkas produksinya untuk mengurangi kelebihan pasokan.

Kenaikan itu pun berhasil menjadi stimulus saham-saham emiten minyak dan gas untuk bergerak di zona hijau.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan bahwa penguatan harga minyak mentah dunia berhasil dibantu oleh komentar Presiden AS Donald Trump yang mengaku telah memfasilitasi Arab Saudi dan Rusia untuk berdiskusi guna memangkas produksinya sekitar 10-15 juta barel per hari.

Walau Tertekan, Penjualan Emiten Batu Bara Tetap Moncer

Di tengah banyaknya sentimen negatif yang mengeruhkan prospek kinerja emiten pertambangan batu bara, sejumlah emiten berhasil membukukan kinerja penjualan yang cukup impresif pada dua bulan pertama tahun ini.

PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan penjualan batu bara sebesar 1,87 juta ton pada periode dua bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut naik 13,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama lalu sebesar 1,65 juta.

Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang berhasil membukukan penjualan hingga 14,3 juta ton pada Januari-Februari 2020 lebih tinggi 7,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 13,1 juta ton.

Redam Gejolak Pasar Valas, Ini yang Dilakukan Para 'Guardians of FX Galaxy'

Para “penjaga” stabilitas moneter sejumlah negara merespons lonjakan volatilitas dan aksi jual besar-besaran oleh investor akhir-akhir ini dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing.

Pada Kamis (2/4/2020), Denmark mengungkapkan telah menghabiskan 64,7 miliar krona (US$9,4 miliar) pada Maret untuk mempertahankan stabilitas kurs mata uangnya, yang dipatok terhadap euro. Ini adalah nilai terbesar dalam lebih dari satu dekade.

Meski bank-bank sentral lain belum sedemikian terbuka mengenai berapa banyak yang telah mereka belanjakan, berikut gambaran tentang apa yang telah mereka lancarkan untuk membawa stabilitas ke dalam pasar mata uang lokal mereka.

Rupiah Ditutup Terapresiasi

Nilai tukar rupiah berhasil rebound dan ditutup terapresiasi 65 poin atau 0,39 persen ke level Rp16.430 per dolar AS, memutuskan pelemahan selama beberapa hari sebelumnya.

Kurs rupiah mampu bangkit dari pelemahannya kendati pada saat yang sama indeks dolar AS menguat sebesar 0,39 persen atau 0,386 poin ke posisi 100,566.

Adapun pada perdagangan Kamis (2/4/2020), kurs rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,27 persen ke level Rp16.495 per dolar AS, setelah menyentuh posisi 16.450 dengan pelemahan 140 poin pada Rabu (1/4/2020).

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2020 terpantau turun 8,60 poin atau 0,53 persen ke level US$1.629,10 per troy ounce pukul 18.21 WIB, saat indeks dolar AS menguat 0,59 persen atau 0,589 poin ke posisi 100,769.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta melonjak Rp26.000 menjadi level Rp944.000 per gram.

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas bertambah Rp23.000 ke posisi Rp845.000 per gram dari harga sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini Harga Minyak
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top