Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

WIKA dan ADHI Jelaskan Dampak Corona ke Bisnis Perusahaan

Penyebaran virus corona berdampak terhadap bisnis konstruksi, walaupun belum signifikan.
Pekerja beraktifitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) belum berencana melakukan moratorium atau menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi yang padat karya meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terus meningkat. PUPR masih menyusun protokol khusus proyek konstruksi dan akan segera diterbitkan. Bisnis/Abdurachman
Pekerja beraktifitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) belum berencana melakukan moratorium atau menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi yang padat karya meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terus meningkat. PUPR masih menyusun protokol khusus proyek konstruksi dan akan segera diterbitkan. Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengklaim penyebaran virus corona atau COVID-19 belum memberi dampak signifikan terhadap kinerja operasional maupun kinerja keuangan.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan meski mulai memberikan terhadap kegiatan operasional, sejumlah proyek yang dikerjakan masih dapat berjalan.

“Operasional memang berdampak terhadap COVID-19 ini, tetapi beberapa operasi proyek masih berjalan dengan menjalankan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat,” jelasnya kepada Bisnis, Kamis (2/4/2020).

Selain memberi dampak terhadap kegiatan operasional, mewabahnya pandemi virus corona tersebut juga membuat perseroan menunda pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2019. Hal itu, lanjutnya, dilakukan sesuai dengan arahan dari Kementerian BUMN.

Adapun, hingga Februari, Mahendra menyatakan bahwa perseroan telah membukukan kontrak karya baru senilai Rp1,27 triliun. Jumlah itu masih terpaut cukup jauh dari target kontrak kuartal I/2020 sebesar Rp5,5 triliun.

“Kontrak baru sampai dengan akhir Februari Rp1,27 triliun, kalau sampai kuartal I masih direkap,” katanya.

Sementara itu PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menyatakan bahwa dampak yang paling terasa dari penyebaran virus corona adalah perlambatan pegerjaan proyek.

Pengerjaan proyek kini dilakukan mengikuti sejumlah pembatasan sesudai dengan protokol dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelumnya, Kementerian PUPR mengeluarkan Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 02/IN/M/2020 yang ditetapkan pada 27 Maret 2020 itu memuat tentang tindak lanjut terhadap kontrak penyelenggaraan jasa konstruksi yang mengatur tentang penghentian pekerjaan sementara.

“Hingga saat ini proyek masih tetap berjalan walapun terjadi perlambatan dikarenakan diberlakukan peraturan baru selama masa penanggulangan COVID-19 antara lain, bekerja maksimal 8 jam, tidak ada lembur, dan dilakukan physical distancing selama bekerja,” kata Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho kepada Bisnis, Kamis (2/4/2020).

Di sisi lain, dampak penyebaran virus corona yang juga mulai merambat kepada merosotnya nilai tukar rupiah sejauh ini dinilai belum berdampak signifikan terhadap kinerja operasional maupun keuangan.

Menurutnya, meski rupiah terdepresiasi cukup dalam, perseroan tidak memiliki banyak proyek dengan yang banyak membutuhkan material impor. Saat ini, hanya proyek-proyek engineering, procurement, and construction (EPC) dan proyek Light Rail Train (LRT) yang menggunakan material impor.

“Untuk proyek itu pun kami masih punya dana valas di giro sebagai hedging atau lindung nilainya,” tambahnya.

Meski belum ada dampak signifikan sejauh ini perseroan tetap berupaya mengantisipasi dampak terburuk dari penyebaran virus tersebut. Dia menyatakan bahwa kini perseroan menerapkan pengelolaan keuangan secara lebih konservatif.

“Pengelolaan keuangan dilakukan secara konservatif dan mempertimbangkan kondisi keuangan dan dampak dari COVID-19. Saat ini masih dalam proses kajian mengenai dampaknya terhadap target tahun ini,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper