Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-gara Virus Corona, SMBR Proyeksi Penjualan Turun 20 Persen di Semester I

Hingga Februari 2020, penjualan perusahaan telah turun sebanyak 14 persen.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  10:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) memproyeksikan penjualan semen pada semester I/2020 akan melambat hingga 20 persen akibat dampak negatif dari penyebaran virus corona di Indonesia.

VP Corporate Secretary Semen Baturaja Basthony Santri mengatakan dampak negatif wabah tersebut semakin mempersulit kinerja perseroan pada tahun ini. Pandemi global ini dinilai kian mengingkatkan ketidakpastian bisnis pada semester pertama tahun ini.

Tanpa adanya virus corona saja, perseroan dan seluruh pelaku industri semen sudah direpotekan dengan kondisi kelebihan pasokan atau oversupply di pasar dalam negeri.

Dia menjelaskan hingga Februari saja, perseroan telah mengalami koreksi penjualan sebesar 14 persen. Hal ini terjadi seiring dengan permintaan pangsa pasar utama mereka di Sumatra Selatan yang turun 12 persen.

Basthony memperkirakan penurunan penjualan akibat virus corona akan mulai terlihat dari data kuartal I/2020. Hal ini disebabkan oleh dampak penyebaran virus corona yang sangat cepat memengaruhi permintaan pasar.

“Dengan kondisi tersebut kami memperkirakan hingga kuartal II/2020, penjualan kami akan mengalami koreksi 20 persen,” ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Kendati demikian, dia menyatakan bahwa perseroan tetap optimistis dapat membukukan pertumbuhan penjualan sepanjang 2020. Hal ini akan ditopang oleh strategi efisiensi, digitalisasi, dan ekspansi bisnis.

Untuk tetap membukukan kenaikan pendapatan, perseroan akan menerapkan efisiensi biaya di berbagai bidang, baik pada bidang operasi, adminsitrasi dan umum, maupun penjualan.

“Seperti menurunkan faktor klinker dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah B3 dan menggunakan sumber energi yang lebih murah, termasuk batubara. Tentu hal ini akan berdampak pada rendahnya harga pokok produksi semen sehingga Perseroan mampu bersaing dengan kompetitor dan juga dapat mendongkrak margin [pendapatan],” jelasnya.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) penjualan semen di pasar domestik hingga Februari mengalami penurunan sebesar 4 persen menjadi 10,08 juta ton. Adapun, pasar Sumatra mengalami penurunan 4,03 persen secara tahunan menjadi 2,11 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen batu raja
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top