Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kimia Farma (KAEF) Cetak Pertumbuhan Pendapatan 11 Persen di 2019

Kendati pendapatan bertumbuh, kenaikan beban pokok, beban usaha, dan beban keuangan membuat Kimia Farma menderita kerugian di 2019.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  08:18 WIB
Seorang petugas di Apotik Kimia Farma sedang melihat persediaan barang yang dijual di etalase. - Kimia Farma
Seorang petugas di Apotik Kimia Farma sedang melihat persediaan barang yang dijual di etalase. - Kimia Farma

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) membukukan pertumbuhan pendapatan 11,13 persen menjadi Rp9,4 triliun sepanjang tahun 2019.

Dikutip dari publikasi laporan keuangan, Jumat (27/3/2020), jumlah pendapatan Kimia Farma pada 2019 lebih tinggi dibandingkan posisi 2018 sebanyak Rp8,46 triliun.

Kenaikan penjualan juga diiringi kenaikan beban pokok sebesar 15,72 persen menjadi Rp5,9 triliun. Beban usaha bahkan naik lebih tinggi sebesar 23,71 persen menjadi Rp3,21 triliun.

Tak sampai disitu, beban keuangan perseroan pelat merah tersebut juga melonjak 119,16 persen ke posisi Rp497,97 miliar sepanjang tahun 2019.

Hal ini membuat perseroan mencetak kerugian Rp12,72 miliar, berbalik dari keuntungan Rp491,56 miliar pada 2018.Walhasil, laba per saham atau earning per share yang dibagikan perseroan sebesar Rp88,51 pada 2018 berbalik minus Rp2,29 pada tahun 2019. 

Secara umum, total aset perseroan juga meningkat 62 persen, dari posisi Rp11,33 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp18,35 triliun pada tahun 2019.

Dengan meningkatnya arus kas untuk aktivitas operasi dan investasi, yang tidak dibarengi dengan kenaikan signifikan dari pendapatan kas dari aktivitas pendanaan, maka perseroan menelan beban penurunan kas dan setara kas sebesar Rp703,41 miliar ditambah.

Ditambah dengan rugi dari perubahan kurs terhadap kas dan setara kas pada tahun 2019 yang membengkak menjadi Rp4,98 miliar, maka kas dan setara kas akhir periode perseroan turun 34,24 persen menjadi Rp1,36 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi Kinerja Emiten kimia farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top