Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Wait and See, Pasar Obligasi Diprediksi Melemah Terbatas

Pelemahaan terbatas di pasar obligasi akan membuat para pelaku pasar dan investor cenderung untuk memutuskan untuk wait and see
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  08:49 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com,JAKARTA — Pasar obligasi diprediksi akan dibuka melemah terbatas imbas sikap investor yang masih wait and see di tengah penyebaran Covid-19.

Associate Direktur of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pasar obligasi masih mengalami pelemahan saat lelang yang dilakukan pemerintah, Selasa (24/3/2020). Total penawaran yang masuk turun drastis dan menjadi sentimen negatif.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, lelang surat berharga syariah negara (SBSN) dan sukuk negara hanya mendapatkan penawaran Rp14,609 triliun pada, Selasa (24/3/2020). Jumlah itu turun dibandingkan dengan angka penawaran lelang sukuk pada 10 Maret 2020 senilai Rp36,371 triliun.

Kendati demikian, Maximilianus meyakini kondisi itu hanya bersifat sementara. Penyebaran Covid-19 membuat ketidakpastian ekonomi masih terjadi.

Sejauh ini, dia menyebut sentimen positif berasal dari kebijakan stimulus Federal Reserve atau The Fed untuk menghadapi virus corona. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat itu bisa menjadi tolak ukur dan contoh untuk ngara lainnya.

Maximilianus memproyeksikan pasar obligasi akan dibuka melemah. Namun, potensi pelemahan terbatas.

“Keterbatasan ini datang dari situasi dan kondisi yang membuat para pelaku pasar dan investor cenderung untuk memutuskan untuk wait and see,” ujarnya dalam riset harian, Kamis (26/3/2020).

Dia menyebut saat ini para pelaku pasar dan investor sedang mulai melakukan akumulasi beli secara terbatas. Kondisi itu menurutnya menjadi sinyal investor tidak pernah kehilangan kepercayaan terhadap pasar obligasi dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi federal reserve
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top