Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PGAS Bukukan Pendapatan US$3,85 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan 2019, Perusahaan Gas Negara atau PGN membukukan pendapatan sebesar US$3,84 miliar, turun 0,56 persen dibandingkan 2018.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  11:23 WIB
Direktur PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso (tengah) didampingi Komisaris Utama Ign Wiratmaja Puja (kiri) berbincang sebelum menyampaikan paparannya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT PGN di Jakarta, Jum'at (26/4/2019). PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada 2018 menghasilkan laba bersih yang tercatat menembus angka US305 juta, naik signifikan dibandingkan US197 juta pada periode 2017. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso
Direktur PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso (tengah) didampingi Komisaris Utama Ign Wiratmaja Puja (kiri) berbincang sebelum menyampaikan paparannya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT PGN di Jakarta, Jum'at (26/4/2019). PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada 2018 menghasilkan laba bersih yang tercatat menembus angka US305 juta, naik signifikan dibandingkan US197 juta pada periode 2017. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. membukukan pendapatan US$3,84 miliar pada 2019, terkoreksi tipis dari US$3,87 miliar pada 2018.

Berdasarkan laporan keuangan 2019, Perusahaan Gas Negara atau PGN membukukan pendapatan sebesar US$3,84 miliar, turun 0,56 persen dibandingkan 2018. Sementara itu, beban pokok tercatat naik 2,37 persen menjadi US$2,61 miliar.

Hal ini membuat laba kotor menurun 6,71 persen menjadi US$1,22 juta. Adapun, pada tahun sebelumnya perseroan membukukan laba kotor sebesar US$1,3 juta.

Sementara itu, laba bersih pada 2019 mencapai US$67,58 juta pada 2019, turun 77,84 persen dari US$304,99 juta pada 2018.

Pencatatan laba bersih menurun lebih tajam dari laba kotor lantaran adanya kenaikan pada sejumlah pos beban operasional. Beban keuangan misalnya, meningkat menjadi US$172,54 juta. Selain itu, beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$269,78 juta.

Peningkatan beban ini juga dikontribusi oleh adanya sejumlah beban tambahan, yakni penurunan aset keuangan sebesar US$98,29 juta dan provisi atas sengketa pajak yang mencapai US$127,72 juta.

Perseroan juga mengalami rugi selisih kurs yang lebih besar pada 2019. Tercatat rugi selisih kurs mencapai US$27,99 juta, naik dari posisi pada 2018 sebesar US$18,83 juta.

Perolehan pendapatan dan laba pada tahun lalu, didapatkan dari pengelolaan aset sebesar US$7,37 miliar, turun 7,12 persen. Aset tidak lancar maupun aset lancar menurun masing-masing 10,72 persen dan 5,5 persen menjadi US$2,20 juta dan US$5,16 juta.

Salah satu penyebab penurunan aset adalah penurunan jumlas kas dan setara kas sebesar 20,9 persen menjadi US$1,04 miliar.

Hal ini disebabkan oleh posisi kas bersih dari aktivitas operasi yang menurun, sementara posisi kas bersih untuk aktivitas pendanaan meningkat. Selain itu, arus kas bersih untuk aktivitas investasi tercatat meningkat.

Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat mengalami penurunan 12,62 persen menjadi US$4,13 miliar. Liabilitas jangka panjang turun 3,73 persen menjadi US$3,10 miliar, sedangkan liabilitas jangka pendek turun 29,99 persen menjadi US$1,12 miliar.

Adapun, ekuitas tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen menjadi US$3,23 miliar. Pada tahun sebelumnya, ekuitas perseroan tercatat sebesar US$3,13 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pgas perusahaan gas negara Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top