Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 26 Februari: IHSG Merosot, Rupiah Dekati Level Rp14.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang pelemahannya di hari perdagangan keempat berturut-turut hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  19:12 WIB
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang pelemahannya di hari perdagangan keempat berturut-turut hari ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah semakin mendekati level Rp14.000 per dolar AS seiring dengan meningkatnya kekhawatiran seputar penyebaran virus corona (Covid-19).

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis, Rabu (26/2/2020):

 

IHSG Ambrol 1,7 Persen, BBCA & TPIA Penekan Utama

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,7 persen atau 98,22 poin ke level 5.688,92 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan indeks mulai berlanjut pada Rabu pagi dengan dibuka terkoreksi 0,52 persen atau 29,97 poin di posisi 5.757,17. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.688,92-5.757,74.

Seluruh 9 sektor menetap di wilayah negatif, dipimpin sektor industri dasar yang merosot 4,32 persen, disusul sektor aneka industri dengan pelemahan 2,34 persen.

Dari 682 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 92 saham menguat, 305 saham melemah, dan 285 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang masing-masing turun 1,68 persen dan 5,81 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG hari ini.

 

Ditutup di Zona Merah, Rupiah Semakin Dekati Rp14.000

Rupiah semakin mendekati level Rp14.000 per dolar AS seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19. Pada penutupan perdagangan Rabu (26/2/2020) rupiah masih parkir di zona merah ke level terendahnya sejak tujuh pekan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp13.940 per dolar AS, terkoreksi 0,38 persen atau 54 poin. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak menguat tipis 0,05 persen di level 99,021.

Pada pergerakan kali ini, rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk ketiga di antara mata uang Asia, di bawah won dan baht yang masing-masing melemah 0,52 persen dan 0,4 persen. Sepanjang tahun berjalan 2020, rupiah telah terkoreksi 0,531 persen.

 

Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Harga emas Comex untuk kontrak April 2020 terpantau berbalik melemah 3,9 poin atau 0,24 persen ke level US$1.653,90 per troy ounce pada pukul 15.52 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau berbalik melemah 0,024 poin atau 0,02 persen ke level 98,944 pada pukul 15.53 WIB.

Sementara itu, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Rabu (26/2/2020) berbalik melemah setelah menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah.

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam berada di level Rp808.000 per gram, turun Rp1.000 dari perdagangan sebelumnya di level Rp809.000 per gram.

 

Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah Sejak Desember 2018

Harga minyak terus melanjutkan pelemahannya, bergerak di bawah US$50 per barel di tengah kekhawatiran pasar terhadap virus corona baru atau Covid-19 yang menyebar cepat sehingga berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi global.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (26/2/2020) hingga pukul 15.39 WIB harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak April 2020 di bursa Nymex bergerak melemah 0,5 persen menjadi US$49,65 per barel, level terendah sejak Desember 2018. Secara year to date, minyak terkoreksi 18,69 persen.

Sementara itu, harga minyak jenis Brent untuk kontrak April 2020 di bursa ICE bergerak melemah 0,48 persen menjadi US$49,66 per barel. Sepanjang tahun berjalan 2020, harga telah menurun 18,67 persen.

 

Wall Street Anjlok, Bursa Asia Mengekor

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Rabu (26/2/2020) menyusul aksi jual di bursa saham Amerika Serikat kemarin.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang tepantau melemah 0,98 persen atau 6,51 poin ke level 655,25 pada pukul 15.32 WIB.

Indeks S&P 500 terjerembab lebih dari 3 persen untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Selasa (25/2/2020), setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperingatkan warga Amerika untuk bersiap menghadapi potensi wabah virus corona.

Menyusul pelemahan Wall Street, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 0,75 persen dan 0,79 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,73 persen.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melemah 1.28 persen setelah mata uang won jatuh ke level terendah sejak 2016 setelah negeri gingseng tersebut melaporkan lonjakan kasus virus corona.

 

Virus Corona Hajar Penjualan, Bursa Eropa Anjlok 2 Persen Lebih

Bursa Eropa melemah untuk perdagangan hari kelima berturut-turut di tengah kekhawatiran atas dampak wabah virus corona (Covid-19) terhadap kinerja penjualan perusahaan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx 600 anjlok 2,4 persen pada perdagangan sore ini, Rabu (26/2/2020), dan menyentuh level terendahnya sejak akhir Oktober 2019.

Indeks saham acuan Eropa itu kini telah melorot sekitar 9 persen dari puncaknya pada Februari dan turun di bawah rata-rata pergerakan dalam 200 hari untuk pertama kalinya sejak Oktober.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini Indeks BEI
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top