Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penguatan Harga Emas Diprediksi Berlanjut

Harga emas diprediksi kembali menguat lantara data sektor jasa utama Amerika Serikat secara tak terduga mengalami kontraksi dan wabah virus corona masih terus meluas.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 Februari 2020  |  19:33 WIB
Seorang pegawai toko emas di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan sedang menyusun emas perhiasan Senin (1/10/2018). - Bisnis/Arief Rahman
Seorang pegawai toko emas di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan sedang menyusun emas perhiasan Senin (1/10/2018). - Bisnis/Arief Rahman

Bisnis.com, JAKARTA — PT TRFX Garuda Berjangka memperkirakan harga emas kembali menguat pada perdagangan pekan terakhir Februari 2020.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan harga emas akan berada di kisaran US$1.635 per troy ounce-US$1.657 per troy ounce. Menurutnya, harga emas akan kembali menguat karena data menunjukkan sektor jasa utama Amerika Serikat secara tak terduga mengalami kontraksi.

Hal itu menandakan potensi masalah menjelang ekonomi negeri Paman Sam. Ibrahim menambahkan Indeks Manajer Pembelian sektor jasa tinggi IHS Markit turun menjadi 49,4 pada Februari, menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir.

"Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi yang lebih luas karena jasa menyumbang sekitar 66 persen dari total pertumbuhan. Kelemahan di bidang manufaktur, terus berlanjut, menunjukkan angka 50,8 lebih lemah dari yang diperkirakan," katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Minggu (23/2/2020).

Selain itu, memburuknya ekonomi global akibat virus korona memungkinkan bank sentral global akan kembali menurunkan suku bunga dan menggelontorkan stimulus guna untuk menstabilkan perekonomian global.

Ibrahim pun menegaskan bila kasus virus korona ini belum bisa terselesaikan hingga kuartal I/2020 berakhir, maka emas akan menyentuh level US$1.760 per troy ounce. Lebih lanjut, Ibrahim memperkirakan harga emas akan melonjak ke US$1.900 per troy ounce pada kuartal II/2020.

"Kalau seandainya harga emas terkoreksi semata-mata hanya untuk memberikan kesempatan untuk pelaku pasar untuk mengambil posisi di level bawah sehingga akan mendapatkan keuntungan," katanya.

Di sisi lain, emiten pertambangan logam PT Aneka Tambang Tbk. tengah berupaya mencari titik eksplorasi baru untuk memperkuat cadangan dan sumber daya emas yang dimiliki perseroan di tengah tren penguatan harga emas global.

SVP Corporate Secretary Kunto Hendrapawoko mengaku bahwa perseroan sedang melakukan tinjauan ke beberapa daerah prospek tambang untuk dilakukan eksplorasi. Hal tersebut sejalan dengan rencana jangka pendek dan panjang perseroan untuk mempertahankan cadangan emasnya. 

“Untuk memperkuat cadangan dan sumber daya emas yang dimiliki, perseroan secara aktif akan tetap melakukan pencarian cadangan dan sumber daya emas,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga emas dunia Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top