Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Batu Bara Adaro Energy (ADRO) Naik 7 Persen

Pencapaian tersebut berasal dari produksi PT Adaro Indonesia (AI), Balangan Coal Companies, dan Adaro MetCoal Companies (AMC).
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  15:13 WIB
Produksi Batu Bara Adaro Energy (ADRO) Naik 7 Persen
Pekerja beraktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10). - JIBI/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan PT Adaro Energy Tbk. membukukan kenaikan volume produksi batu bara 2019 sebesar 7 persen lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, yakni di level 58,03 juta ton.

Sekretaris Perusahaan Adaro Energy (ADRO) Mahardika Putranto mengatakan bahwa capaian tersebut pun telah melampaui panduan produksi perseroan pada 2019 yang ditetapkan di kisaran 54 hingga 56 ton.

Pencapaian tersebut berasal dari produksi PT Adaro Indonesia (AI), Balangan Coal Companies, dan Adaro MetCoal Companies (AMC).

Kenaikan itu terjadi seiring dengan permintaan yang solid untuk batu bara termal maupun metalurgi pada tahun lalu, meskipun harga emas hitam itu masih cenderung berada dalam tekanan sepanjang 2019.

“Permintaan terhadap batu bara sub-bituminus Indonesia dari negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Filipina meningkat berkat tingginya permintaan listrik untuk memenuhi penambahan kapasitas PLTU baru,” tulis Mahardika seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (18/2/2020).

Emiten berkode saham ADRO itu menilai permintaan dari pasar domestik Indonesia juga melonjak hingga 20 persen dengan sektor industri sebagai salah satu kontributor terbesar pertumbuhan permintaan.

Lebih lanjut, meningkatnya minat itu mendukung produksi batu bara dalam negeri secara keseluruhan hingga mencatat rekor tertinggi sebesar 610 juta ton pada tahun lalu.

Selain itu, tingginya permintaan batu bara dalam dan luar negeri  juga telah membuat penjualan batu bara perseroan pada 2019 mencapai 59,18 juta ton, atau naik sebesar 9 persen dibandingkan dengan capaian penjualan tahun sebelumnya.

Penjualan batu bara utama perseroan masih tertuju pada wilayah Asia Tenggara, atau meliputi 42 persen dari total keseluruhan penjualan Adaro Energy pada 2019. Volume penjualan ke Asia Tenggara pada 2019 berhasil naik 14 persen secara year on year.

Adapun, Asia Timur meliputi 29 persen penjualan, diikuti India dan China yang masing-masing dengan porsi 15 persen dan 12 persen. Hal ini sejalan dengan kenaikan impor India pada 2019.

Sementara itu, pengupasan lapisan penutup mencapai 272,09 million bank cubic meter (Mbcm), atau turun 1 persen y-o-y, sehingga nisbah kupas gabungan aktual 2019 tercatat 4,69x. Angka ini sedikit melebihi 4,56x yang ditetapkan sebagai panduan 2019.

Di sisi lain, entitas anak usaha perseroan, PT Tanjung Power Indonesia (TPI), yang memiliki pembangkit listrik 2x100 MW di Tanjung, Kalimantan Selatan, sukses memulai operasi komersial atas unit keduanya pada Desember 2019, setelah memulai operasi komersial untuk unit pertamanya yang berkapasitas sama pada September 2019.

TPI mempertahankan kinerja operasinya yang tinggi dan mencapai 99,6 persen Availability Factors (AF) aktual secara rata-rata, sampai akhir Desember 2019. Adapun, konsumsi batu bara tahunan TPI adalah sekitar 1 juta ton, yang seluruhnya akan dipasok oleh Grup Adaro dari konsesinya yang terdekat.

Selain itu, Perkembangan konstruksi pada pembangkit listrik PT Bhimasena Power Indonesia yang berkapasitas 2x1.000 MW di Batang, Jawa Tengah telah mencapai 91,8 persen pada akhir 2019.

PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) juga menunjukkan kinerja operasi yang baik dari pembangkit listriknya yang berkapasitas 2x30 MW di Tanjung, Kalimantan Selatan, dengan AF rata-rata 92,4 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara adaro adro
Editor : M. Taufikul Basari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top