Minim Sentimen Positif, IHSG Terpeleset ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada perdagangan pagi ini, Rabu (12/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  09:41 WIB
Minim Sentimen Positif, IHSG Terpeleset ke Zona Merah
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada perdagangan pagi ini, Rabu (12/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka naik tipis 0,04 persen atau 2,66 poin di level 5.957,06. Namun pada pukul 09.10 WIB, indeks melorot ke level 5.947,80 dengan koreksi 6,60 poin atau 0,11 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (11/2/2020), IHSG mampu menutup pergerakannya di teritori positif yakni level 5.954,40 dengan kenaikan tipis 0,04 persen atau 2,31 poin.

Sebanyak 3 dari 9 sektor terpantau bergerak negatif pada Rabu (12/2) pagi, dipimpin barang konsumen (-1,18 persen). Enam sektor lainnya bergerak positif, dipimpin finansial (+0,29 persen).

Sementara itu, sebanyak 86 saham menguat, 43 saham melemah, dan 549 saham stagnan dari 678 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang masing-masing turun 4,79 persen dan 3,26 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG pada pukul 09.10 WIB.

Di sisi lain, penguatan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) sebesar 0,67 persen dan 1,01 persen masing-masing menjadi pendorong utama sekaligus membatasi besarnya koreksi IHSG.

Menurut Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan berpeluang untuk kembali bergerak flat di tengah minimnya sentimen positif. 

Pada perdagangan Selasa (11/2), bursa AS ditutup cenderung flat dengan indeks Dow Jones (0 persen), S&P (+0,17 persen), dan Nasdaq (+0,11 persen).

Para pelaku pasar masih mencermati dampak wabah virus corona (coronavirus) terhadap ekonomi global. Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa Komite Bank Sentral AS terus memantau perkembangan wabah virus corona yang kemungkinan dapat melemahkan ekonomi China dan dunia.

Saat ini, ekonomi China 4 kali lebih besar dibandingkan saat terjadi wabah SARS pada tahun 2003. Powell juga mengatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak wabah virus tersebut terhadap ekonomi AS.

Sentimen negatif datang dari data lapangan kerja AS, dimana penciptaan pekerjaan baru turun menjadi 6,4 juta, di bawah konsensus yang memperkirakan akan tercipta 6,9 juta lapangan pekerjaan baru.

Selain itu, investor juga sedang menantikan data inflasi pada tanggal 13 Februari mendatang, dimana diperkirakan akan terjadi inflasi sebesar +0,2 persen mom.

“IHSG kami perkirakan berpeluang untuk kembali bergerak flat dengan minimnya sentimen positif, walau EIDO semalam ditutup naik 0,33 persen,” tulis Samuel Sekuritas dalam publikasi riset hariannya.

Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah lanjut menguat 17 poin atau 0,12 persen ke level Rp13.658 per dolar AS pukul 09.09 WIB, setelah berakhir terapresiasi 37 poin di posisi 13.675 pada Selasa (11/2/2020).

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia terpantau bergerak variatif. Indeks Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong masing-masing menguat 0,53 persen dan 0,47 persen.

Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan turun tipis 0,06 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing terkoreksi 0,22 persen dan 0,20 persen.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top