Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Nantikan Pidato Powell, Bursa Asia Menguat

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau menguat 0,89 persen pada pukul 15.06 WIB. Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 ditutup menguat 0,39 persen dan 0,93 persen. Adapun indeks Hang Seng naik 1,26 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  15:34 WIB
BUrsa Asia - Reuters
BUrsa Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (11/2/2020), menjelang komentar dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau menguat 0,89 persen pada pukul 15.06 WIB. Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 ditutup menguat 0,39 persen dan 0,93 persen. Adapun indeks Hang Seng naik 1,26 persen.Pasar saham Jepang tutup untuk liburan.

Dilansir Bloomberg, minat investor terhadap aset berisiko mulai meningkat sejak perdagangan saham di AS, dengan indeks S&P 500 mencatat rekor tertinggi baru pada Senin.

Investor berusaha mencari tahu apakah tingkat penularan dari 2019 novel coronavirus (2019-nCov) stabil bahkan ketika angka kematian telah melampaui 1.000 jiwa.

Adapun penelitian Imperial College London mencatat tingkat kematian dari virus corona diperkirakan mencapai 1 persen, dengan tingkat kematian diperkirakan mencapai 18 persen untuk pasien dengan gejala berat di provinsi Hubei.

Sementara itu, Gubernur the Fed Jerome Powell akan bersaksi di hadapan anggota parlemen AS minggu dalam laporan pertengahan tahun. Investor menunggu komentar tentang dampak virus terhadap ekonomi dan kebijakan moneter dalam pidato Powell tersebut.

Presiden Federal Reserve wilayah San Francisco Mary Daly mengatakan pada hari Senin bahwa ekonomi dan kebijakan AS berada di tempat yang baik.

"Pada batas tertentu, kita harus mempertimbangkan bahwa rebound dalam pertumbuhan yang kita harapkan selama tahun 2020 dapat tertunda atau agak kurang kuat dari yang kita perkirakan karena dampak virus," ungkap Mark Robertson, kepala analis di Aviva Investors, seperti dikutip Bloomberg.

Namun, dia melihat dukungan kebijakan moneter yang sedang berlangsung, terutama yang disampaikan tahun lalu, berkurangnya ketidakpastian seputar perang perdagangan, masih menjadi angin segar bagi pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia federal reserve
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top