Investor Masih Wait and See, Bursa Asia Variatif Sore Ini

Bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan Senin (10/2/2020) karena investor terus memperkirakan kapan aktivitas ekonomi akan rebound setelah terpukul oleh coronavirus.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  15:31 WIB
Investor Masih Wait and See, Bursa Asia Variatif Sore Ini
Bursa Jepang. - Ilustrasi/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan Senin (10/2/2020) karena investor bersikap wait and see sambil terus memperkirakan kapan aktivitas ekonomi akan rebound setelah terpukul oleh coronavirus.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,46 persen pada pukul 14.58 WIB. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup melemah masing-masing 0,72 persen dan 0,6 persen. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite menguat 0,5 persen.

Dilansir Bloomberg, pelaku pasar merespons berita yang saling bertentangan terkait kembalinya pekerja pabrik di Foxconn, pabrikan utama Apple Inc. selama perdagangan Asia. Saham perusahaan meluncur tajam di pembukaan di sejumlah pasar sebelum kembali rebound.

Sementara itu, mata uang yuan offshore berfluktuasi sebelum menguat melewati level kunci 7 yuan per dolar. Adapun kontrak berjangka indeks S&P 500 jatuh pada hari Jumat bahkan setelah ditopang data non-farm payroll yang solid.

Dengan kasus coronavirus di luar China terus meningkat, investor akan memantau apakah sentimen positif cukup dapat membendung tekanan akibat virus tersebut. Sementara itu, otoritas moneter di sejumlah negara telah melangkah.

Bank Rakyat China pada hari Senin menawarkan gelombang pertama dana pinjaman ulang khusus dalam upaya memerangi wabah virus corona.

"Virus korona ini tampaknya berlangsung lebih lama, menginfeksi lebih banyak orang dan pukulan terhadap pertumbuhan akan lebih lama," ungkap Diana Mousina, ekonom di AMP Capital Investors Ltd., seperti dikutip Bloomberg.

"Anda tidak akan dapat menutup semua dampak negatif pada kuartal pertama," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top