Virus Corona Mewabah, Ini Saran Erick Thohir untuk Garuda Indonesia (GIAA)

Garuda Indonesia bisa memanfaatkan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan domestik selama penerbangan internasional terutama ke China masih dilarang.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  21:40 WIB
Virus Corona Mewabah, Ini Saran Erick Thohir untuk Garuda Indonesia (GIAA)
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri BUMN Erick Thohir saat peresmian landasan pacu tiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), East Connection Taxiway (ECT), terminal tiga dan gedung VIP Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Kamis (23/1/2020). - FOTO / Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyarankan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. untuk melakukan inovasi strategi bisnis guna mengatasi kendala operasional akibat wabah virus corona.

Erick mengatakan wabah virus corona telah menyebabkan penerbangan dari dan ke China dilarang oleh pemerintah. Hal ini kemudian dinilai menjadi ganjalan bagi operasional Garuda di Negeri Panda.

"Garuda Indonesia dengan tidak terbang ke China, saya sudah minta kepada direksi Garuda dan Wakil Menteri BUMN I Budi Gunardi Sadikin untuk membuat strategi baru," katanya di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Dia mencontohkan, salah satu strategi yang bisa ditempuh Garuda yakni menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body) untuk penerbangan domestik. Sebelumnya, penerbangan domestik didominasi pesawat berbadan sempit (narrow body).

Menurut Erick, wabah virus corona tidak hanya mengganggu penerbanagan langsung dari dan menuju China. Dia menyebut, wabah tersebut juga telah berdampak pada penerbangan ke negara lain seperti Singapura.

Wabah virus corona juga membuat upaya mendorong sektor pariwisata dengan membukan penerbangan langsung ke Singapura menjadi menemui batu sandungan.

"Contoh yang kemarin mau lakukan penerbangan dari Singapura ke Labuan Bajo, sekarang hanya mimpi karena di Singapuranya sendiri tidak ada turisnya," imbuhnya.

Pada pekan lalu, Kementerian Perhubungan telah memutuskan untuk menunda penerbangan dari dan ke China hingga masa waktu yang belum ditentukan. Namun, penundaan ini tidak termasuk penerbangan ke Hong Kong atau Macau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, kinerja emiten, Virus Corona

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top