Wabah Virus Corona Merisaukan, Bursa Global Variatif

Pasar saham global bergerak variatif pada perdagangan hari ini, Jumat (7/2/2020), di tengah bangkitnya kekhawatiran mengenai dampak wabah virus corona terhadap ekonomi global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  16:05 WIB
Wabah Virus Corona Merisaukan, Bursa Global Variatif
Stoxx. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham global bergerak variatif pada perdagangan hari ini, Jumat (7/2/2020), di tengah bangkitnya kekhawatiran mengenai dampak wabah virus corona terhadap ekonomi global.

Berdasarkan data Bloomberg, kontrak berjangka Euro Stoxx 50 dan indeks futures AS&P 500 bergerak sama-sama flat pada pukul 7.02 pagi waktu London (pukul 14.02 WIB).

Pada saat yang sama, indeks MSCI Asia Pacific terkoreksi 0,5 persen, indeks Topix Jepang turun 0,3 persen, dan indeks Shanghai Composite naik 0,3 persen.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,5 persen, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,7 persen, dan indeks S&P/ASX 200 Australia melandai 0,4 persen.  

Dilansir dari Bloomberg, bursa saham Asia secara keseluruhan terkoreksi menyusul kabar tentang puluhan orang yang terinfeksi virus corona (coronavirus) di dalam kapal pesiar yang sedang dikarantina di Jepang.

Pemeriksaan karantina tetap dilanjutkan untuk kapal pesiar Diamond Princess yang mengangkut sekitar 3.700 penumpang beserta awaknya ini.

Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan sejak Senin (3/2/2020) setelah salah seorang penumpang, seorang pria Hong Kong berusia 80 tahun, ditemukan terinfeksi virus corona.

Perkembangan ini menjadi pengingat terbaru mengenai kasus virus corona yang mewabah sekaligus menggoyahkan pasar saham di Asia yang sempat membukukan lompatan harian terbesarnya sejak Juni.

Keyakinan bahwa epidemi virus corona tidak akan menggagalkan ekspansi global pada tahun 2020 sebelumnya membantu menempatkan saham global di jalur untuk pekan terbaik sejak Juni.

Meski tergelincir, saham Asia tetap mencatatkan kenaikan lebih dari 2 persen pekan ini, bahkan setelah terhapusnya rekor nilai kapitalisasi pasar untuk saham China domestik pada Senin (3/2/2020).

Beberapa pakar strategi telah meragukan reli global pekan ini mengingat banyak aktivitas bisnis di China yang ditutup karena wabah virus corona, meskipun berita kinerja korporasi telah membantu memberikan dorongan.

“Ekspektasi wabah akan dapat terbendung dan pertumbuhan akan pulih dari kuartal kedua karena stimulus dan aktivitas yang terpendam mungkin agak optimistis,” ujar Sue Trinh, ahli strategi makro di Manulife Asset Management, kepada Bloomberg TV.

"Risiko yang sangat nyata adalah wabah ini menyebar, secara harfiah, hingga kuartal kedua dan seterusnya,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia, virus corona

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top