Cadev Meningkat, IHSG Bertahan Menguat di Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,15 persen atau 9,15 poin ke level 5.996,29 pada akhir sesi I hari ini, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,02 persen atau 0,91 poin ke level 5.988,06.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  12:03 WIB
Cadev Meningkat, IHSG Bertahan Menguat di Akhir Sesi I
Pengunjung memfoto layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (7/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,15 persen atau 9,15 poin ke level 5.996,29 pada akhir sesi I hari ini, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,02 persen atau 0,91 poin ke level 5.988,06.

Pada perdagangan Kamis (6/2/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 5.987,14 dengan penguatan 0,14 persen atau 8,64 poin.

Sepanjang perdagangan siang ini, IHSG bergerak dalam kisaran 5.981,64-6.002,25.

Enam dari sembilan sektor terpantau bergerak di teritori positif, dengan sektor infrastruktur mencatat penguatan terbesar hingga 1,09 persen. Tiga sektor lainnya melemah, didorong oleh sektor pertanian yang turun 1,07 persen.

Sementara itu, sebanyak 170 saham menguat, 161 saham melemah, dan 345 saham stagnan dari 676 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masing-masing menguat 0,8 persen dan 0,15 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG di awal perdagangan hari ini.

IHSG bertahan menguat setelah Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa meningkat menjadi US$131,7 miliar pada Januari 2020, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2019, yang sebesar US$129,2 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"BI menilai cadev tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (7/2/2020).

Analis Panin Sekuritas William Hartanto sebelumnya mengatakan laju IHSG diperkirakan kembali menghijau setelah dalam beberapa perdagangan terakhir mengalami koreksi. Investor disebut telah mendapatkan  kepercayaan diri untuk kembali ke pasar saham.

"Penutupan bursa pada perdagangan Kamis (6/2/2020) sudah mengonfirmasi pengujian support di level 5.940 selama 3 hari, jadi kita sudah welcome back uptrend," ujar William dalam riset yang dikutip Bisnis.com, Jumat (7/2/2020).

Tren penguatan di pasar modal juga tercermin dari aksi beli asing yang cukup besar dari total transaksi. Sebagai catatan, kemarin investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp294,72 miliar.

William memperkirakan aksi beli asing terjadi karena valuasi saham-saham blue chips yang sebelumnya terpapar sentimen virus corona sudah bergerak ke level yang relatif murah sehingga menarik perhatian investoruntuk buy on weakness.

Di sisi lain, mayoritas bursa saham lainnya di Asia bergerak melemah. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang turun masing-masing 0,32 persen dan 0,21 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 1,11 persen.

 Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 0,86 persen dan 0,59 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,78 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, IHSG

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top