Virus Corona Masih Mengancam, Wall Street Pantang Melemah

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil memperbarui rekornya pada perdagangan Kamis (6/2/2020), meskipun dampak ekonomi akibat wabah virus corona (coronavirus) jenis baru tetap suram.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  05:54 WIB
Virus Corona Masih Mengancam, Wall Street Pantang Melemah
Aktivitas masyarakat terlihat di salah satu sudut pusat keuangan dunia, Wall Street di New York, Amerika Serikat - Bisnis/Stefanus Arief Setiaji

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil memperbarui rekornya pada perdagangan Kamis (6/2/2020), meskipun dampak ekonomi akibat wabah virus corona (coronavirus) jenis baru tetap suram.

Indeks S&P 500 berakhir menguat 0,33 persen di level 3.345,78, indeks Nasdaq Composite menanjak 0,67 persen ke level 9.572,15, dan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,3 persen di posisi 29.379,77.

Baik indeks S&P 500 dan Dow Jones pada perdagangan sehari sebelumnya, Rabu (5/2/2020) mampu mencatatkan rekor level penutupan tertinggi di tengah harapan atas upaya mengatasi wabah virus tersebut.

Dilansir Bloomberg, indeks S&P 500 mencatat reli empat hari beruntun sebesar 3,7 persen didorong laporan kinerja korporasi yang solid dan tanda-tanda bahwa bank-bank sentral siap untuk bertindak jika pertumbuhan terdampak wabah virus corona.

Di sisi lain, ada peringatan tentang perasaan euforia di antara investor, terutama karena epidemi virus corona terus menyebar dan ekonomi China tetap terkunci.

Hal tersebut sedikit mengangkat pamor aset investasi aman (safe haven) dengan mendorong naik obligasi dan harga emas.

“Banyak pergerakan pekan ini telah dijelaskan oleh reli bantuan bahwa coronavirus tampaknya agak melambat. Jelas ada banyak ketidakpastian yang tertanam dalam perilaku pasar yang masuk,” ujar Mark Heppenstall, chief investment officer di Penn Mutual Asset Management.

“Masih terdapat sejumlah keraguan di luar sana,” tambahnya.

Terkait laporan korporasi, saham Boeing naik 3,6 persen setelah mengatakan pihaknya memperbaiki bug perangkat lunak di dalam pesawat-pesawat yang telah dilarang terbang.

Saham Twitter bahkan melonjak 15 persen setelah melampaui proyeksi untuk pendapatan kuartal keempat. Laporan kinerja korporasi yang kuat turut membantu mendorong indeks Stoxx Europe 600 mencapai rekornya.

Sejalan dengan Wall Street, indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4 persen, indeks MSCI Asia Pacific naik tajam 1,8 persen, sedangkan indeks MSCI Emerging Market menanjak 1,3 persen.

Pergerakan Bursa Wall Street 6 Februari

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

29.379,77

+0,3

S&P 500

3.345,78

+0,33

Nasdaq

9.572,15

+0,67

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street, virus corona

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top