Harga Gas Turun, Mulia Industrindo (MLIA) Genjot Produksi

Mulia Industrindo akan menambah kapasitas produksi botol kemasan 140 ton per hari dan glass block sebesar 75 ton per hari untuk mengerek penjualan
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  11:02 WIB
Harga Gas Turun, Mulia Industrindo (MLIA) Genjot Produksi
Direktur PT Mulia Industrindo Tbk. Henry Bun(kiri) dalam public expose di Jakarta pada Jumat (10/5/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen kaca PT Mulia Industrindo Tbk. memperkirakan pertumbuhan penjualan bisa mencapai kisaran 5 persen hingga 7 persen sepanjang 2020. Perseroan akan lebih gencar melakukan ekspansi seiring penurunan harga gas industri.

Direktur & Corporate Secretary Mulia Industrindo Henry Bun mengatakan perseroan akan menambah kapasitas produksi botol kemasan 140 ton per hari dan glass block sebesar 75 ton per hari untuk mengerek penjualan. Peningkatan kapasitas produksi diharapkan bisa dimulai pada kuartal II/2020 saat mesin-mesin baru mulai beroperasi.

Di samping itu, Mulia Industrindo juga akan meningkatkan diversifikasi produk dengan menambah penjualan kaca warna dari produk kaca lembaran serta motif-motif baru dari produk glass block.

“Untuk tahun 2020 pendapatan ditargetkan bisa tumbuh sekitar 5 sampai dengan 7 persen  dengan beroperasinya mesin-mesin yang baru. Dengan adanya regulasi baru dari [penurunan] harga gas ini tentunya kami akan terus meningkatkan pendapatan apabila keadaan ekonomi sudah mulai membaik,” jelas Henry kepada Bisnis.com, Rabu (5/2/2020).

Sebagaimana diketahui, produsen kaca menjadi salah satu pihak yang diuntungkan dari rencana penetapan harga gas industri pada 1 April 2020 mendatang. Harga gas industri akan dipatok US$6 per Million British Thermal Unit (MMBTU).

Henry menuturkan, komponen gas mencapai 26 persen terhadap biaya produksi perseroan. Emiten produsen kaca berkode sandi saham MLIA tersebut mengakui penurunan harga gas akan berdampak langsung terhadap penurunan beban produksi. Harga gas yang baru juga dinilai akan mendorong daya saing produk kaca di pasar Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Gas, aksi emiten

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top