META Proyeksikan Pendapatan Tol Meningkat 10 Persen

Kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh sejumlah faktor seperti kenaikan sejumlah tarif jalan mulai akhir tahun lalu dan awal tahun ini.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  06:38 WIB
META Proyeksikan Pendapatan Tol Meningkat 10 Persen
PT Nusantara Infrastructure Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) memproyeksikan pendapatan tol akan mengalami peningkatan sebesar 10 persen pada tahun ini berkat penyesuaian tarif dan peningkatan traffic.

General Manager Corporate Affairs Nusantara Infrastructure Deden Rochmawaty mengatakan bahwa kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah faktor seperti kenaikan sejumlah tarif jalan mulai akhir tahun lalu dan awal tahun ini.

“JTSE mengalami kenaikan tarif pada akhir tahun 2019, sedangkan untuk BMN dan BSD baru saja memperoleh keputusan penyesuaian tarif di awal tahun ini, dan efektif berlaku sejak tanggal 31 Januari 2020,” katanya kepada Bisnis.com, Jumat (31/1/2020).

Selain kenaikan tarif, pertumbuhan pendapatan tol juga akan didororong oleh peningkatan traffic dengan selesainya proyek Jalan Tol Layang Pettarani. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada kuartal III/2020.

“Dari ketiga ruas jalan tol yang dimiliki, proyeksi pendapatan di tahun 2020 diperkirakan akan meningkat sebesar minimal 10 persen dibandingkan tahun 2019. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, yaitu pertumbuhan traffic, kenaikan tarif, selesainya Proyek Pettarani di Makassar, dan selesainya integrasi jalan tol di BSD (Serpong-Cinere),” ujarnya.

Jika Pettarani sudab beroperasi, lanjutnya, hal ini juga kaan diikuti dengan kompensasi berupa kenaikan tarif di PT Bosowa Marga Nusantara (BMN). Hal ini diproyeksikan dapat memicu kenaikan pendapatan tol hingga hampir 50 persen.

“Hal ini akan memicu kenaikan pendapatan tol hampir sebesar 50 persen dibandingkan dengan pendapatan tol 2019 dan dampak yang lebih besar di tahun-tahun berikutnya karena Tol Pettarani sudah beroperasi selama setahun penuh,” jelasnya.

Hingga akhir kuartal III/2019, perseroan mencatatkan total pendapatan sebesar Rp1,05 triliun, naik sekitar 64,2 persen secara tahunan. Namun demikian, laba bersih tercatat sebesar Rp133,75 miliar, turun 27,39 persen secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, nusantara infrastructure

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top