Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Melemah ke 13.662, BI Siap Intervensi Pasar

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.662 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (31/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  10:55 WIB
Karyawan melintas didekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan melintas didekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.662 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (31/1/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.662 per dolar AS, melemah tipis 10 poin atau 0,07 persen dari posisi Rp13.652 pada Kamis (30/1/2020).

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menyentuh level Rp13.650 per dolar AS dengan apresiasi 7 poin atau 0,05persen pada Jumat (31/1) pukul 10.10 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (30/1/2020), nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.657 per dolar AS dengan pelemahan 23 poin atau 0,17 persen.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
31 Januari 2020Rp 13.662
30 Januari 2020Rp  13.652
29 Januari 2020Rp 13.634
28 Januari 2020Rp 13.647
27 Januari 2020Rp 13.612

 Sumber: Bank Indonesia

Dilansir Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak menuju penguatan bulanan kedua terhadap dolar AS, ditopang arus masuk obligasi dan komitmen Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

“Momentum arus masuk yang kuat ke dalam obligasi pemerintah Indonesia serta komentar yang suportif dari BI telah menjaga ketahanan kurs rupiah terhadap dolar AS di tengah aksi jual pada mata uang di Asia,” ujar Terence Wu, pakar strategi valas di OCBC Bank, Singapura.

Dalam suatu wawancara kepada Bloomberg TV, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI berupaya menstabilkan pasar keuangan di tengah kekhawatiran seputar penularan virus corona (coronavirus) yang memicu arus modal keluar alias outflow.

“Sejauh ini apa yang kami rasakan, dan juga bank sentral lainnya tengah rasakan, adalah dampak dari virus corona ke dalam pasar keuangan. Kami melihat pembalikan arah termasuk dari ekuitas dan obligasi,” ungkap Perry pada Kamis (30/1/2020) di konferensi BI, Bali.

Pihak otoritas, lanjut Perry, berupaya untuk meminimalkan penyebaran virus tersebut di Indonesia, termasuk Bali yang merupakan tujuan utama wisata.

“Efeknya [virus corona] terhadap ekonomi riil sejauh ini terbatas. Kami mengelola stabilitas nilai tukar, juga stabilitas obligasi pemerintah. Kami belum melihat dampak yang signifikan pada sektor riil,” urainya.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan BI siap melakukan intervensi pada pasar obligasi, forex, dan NDF guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Seiring dengan pergerakan kurs rupiah, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, bergerak ke level 97,901 dengan naik tipis 0,034 poin atau 0,03 persen pada pukul 10.12 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada Kamis (30/1), indeks dolar berakhir terkoreksi 0,13 persen atau 0,124 poin di posisi 97,867, koreksi hari kedua berturut-turut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jisdor Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top