Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kurs Jisdor Melemah ke 13.647, Rupiah Tambah Lesu di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.647 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (28/1/2020).
Transkasi penukaran uang rupiah di sebuah money changer di Jakarta, Selasa (4/9/2018)./Reuters-Willy Kurniawan
Transkasi penukaran uang rupiah di sebuah money changer di Jakarta, Selasa (4/9/2018)./Reuters-Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.647 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (28/1/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.647 per dolar AS, melemah 35 poin atau 0,26 persen dari posisi Rp13.612 pada Senin (27/1/2020).

Adapun, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menyentuh level Rp13.649 per dolar AS dengan pelemahan 34 poin atau 0,25 persen pada Selasa (28/1) pukul 10.00 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (27/1/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.615 per dolar AS dengan pelemahan 32 poin atau 0,24 persen, pelemahan pertama dalam empat hari perdagangan beruntun sejak 22 Januari.

Pelemahan kurs rupiah mulai berlanjut dengan dibuka terdepresiasi tipis 6 poin atau 0,04 persen di posisi 13.621 pada Selasa (28/1). Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 13.621 – 13.650.

Seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, bergerak ke level 97,943 dengan turun hanya 0,013 poin pada pukul 09.52 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (27/1), indeks dolar AS ditutup di level 9,956 dengan kenaikan 0,11 persen atau 0,103 poin.

Dilansir dari Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS untuk hari kedua di tengah aksi jual atas aset-aset berisiko yang didorong meningkatnya kekhawatiran seputar jumlah korban dan dampak virus corona baru di China terhadap perekonomian.

"Pasar tampaknya diperdagangkan karena sentimen risiko secara keseluruhan atau beberapa risiko yang dirasakan untuk ekonomi terutama pada pariwisata,” ujar Frances Cheung, kepala strategi makro Asia di Westpac.

Berdasarkan data Komisi Kesehatan China, jumlah korban jiwa per Selasa (28/1/2020), telah bertambah menjadi 100 korban jiwa dari sebelumnya 76 korban jiwa.

Menurut Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader, ancaman terbesar terhadap ekonomi global bukan hanya tentang virus ini yang menyebar dengan cepat ke berbagai negara melalui jaringan terkait dengan perjalanan global.

“Tapi juga, karena guncangan ekonomi terhadap mesin industri dan konsumsi kolosal China akan menyebar dengan cepat ke negara-negara lain melalui peningkatan hubungan perdagangan dan keuangan yang terkait dengan globalisasi,” jelas Innes dalam sebuah catatan.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

28 Januari

13.647

27 Januari

13.612

24 Januari

13.632

23 Januari

13.626

22 Januari

13.678

Sumber: Bank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper