Sentimen Bisnis Jerman Bendung Virus, Bursa Eropa Turun 0,1 Persen

Bursa Eropa mengakhiri pergerakannya di zona merah pada perdagangan Selasa (21/1/2020), di tengah kekhawatiran atas wabah virus corona (coronavirus) baru dari China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  06:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa mengakhiri pergerakannya di zona merah pada perdagangan Selasa (21/1/2020), di tengah kekhawatiran atas wabah virus corona (coronavirus) baru dari China.

Meski demikian, berita positif tentang sentimen bisnis dan meredanya ketegangan perdagangan lintas-Atlantik mampu mendorong bursa Eropa mengikis sebagian besar pelemahannya.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa turun sekitar 0,1 persen setelah sempat merosot 1 persen. Data sentimen bisnis Jerman serta dialog perdagangan antara para pemimpin Amerika Serikat dan Prancis membantu meredakan sebagian koreksi.

Meningkatnya ancaman infeksi, ketika jutaan orang bepergian untuk liburan Tahun Baru Imlek, mengingatkan para investor akibat krisis penyakit Sindrom Pernapasan Akut Parah atau SARS pada 2003 yang menewaskan hampir 800 orang dan menyebabkan resesi di Hong Kong.

“Reaksi di pasar menunjukkan bahwa kekhawatiran atas virus tidak selalu akan menjadi pemberitaan utama. Kabar baik itu cukup untuk masuk dan membantu saham mengurangi pelemahannya,” ujar Connor Campbell, analis di Spreadex, dilansir dari Reuters.

Saham operator penerbangan Air France, Lufthansa, dan pemilik British Airways, IAG, melemah karena berita tentang wabah itu menimbulkan kekhawatiran gangguan perjalanan selama liburan Tahun Baru China.

Saham produsen barang-barang mewah yang terekspos dengan China termasuk LVMH, Kering, Hermes, dan Burberry juga turun.

Adapun sektor sumber daya dasar, yang terdiri dari beberapa penambang kelas berat asal China, menjadi sektor dengan kinerja terburuk untuk perdagangan Selasa.

Memberi sedikit angin segar pada investor, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan ia telah melakukan "diskusi besar" dengan Presiden AS Donald Trump mengenai pajak digital dan bahwa kedua negara mereka akan bekerja sama untuk menghindari kenaikan tarif.

Pada saat yang sama, survei menunjukkan sentimen investor Jerman yang paling optimistis sejak pertengahan 2015, menyusul kesepakatan dagang fase satu yang berhasil dicapai oleh pemerintah AS dan China.

Pasar selanjutnya akan fokus pada pertemuan kebijakan pertama Bank Sentral Eropa untuk tahun ini pada Kamis (23/1/2020), serta data Indeks Manajer Pembelian (PMI) zona euro pada Jumat (24/1/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top