Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPJAMSOSTEK Hindari Saham Gorengan

Langkah BPJAMSOSTEK menghindari saham gorengan atau berisiko tinggi dalam berinvestasi di pasar saham dinilai sudah sesuai dengan regulasi.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 18 Januari 2020  |  13:32 WIB
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan - bpjsketenagakerjaan.go.id
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan - bpjsketenagakerjaan.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah BPJAMSOSTEK menghindari saham 'gorenga'n atau berisiko tinggi dalam berinvestasi di pasar saham dinilai sudah sesuai dengan regulasi.

"Begini, ketika BPJAMSOSTEK menyatakan bahwa dananya diinvestasikan secara aman di pasar saham, berarti ada kepatuhan pada peraturan keuangan berlaku," ujar pengamat ekonomi Universitas Tanjungpura Eddy Suratman dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/1/2020)

Edy mengatakan, melalui penempatan dana yang diinvestasikan secara aman itu akan jelas penanggung jawabnya jika terjadi masalah, karena sejak awal diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dengan investasi di pasar saham yang resmi, maka BPJAMSOSTEK seharusnya juga bakal memperoleh keuntungan ke depan dan patut dibuktikan dengan bertambanhnya keuntungan program ke peserta," kata Eddy.

Sebelumnya, Direktur Pengembagan Investasi BPJAMSOSTEK Amran Nasution menjelaskan, pengelolaan dana instansinya yang diinvestasikan di pasar saham semuanya berstatus LQ45 atau Blue Chip.

Amran mengatakan, BPJAMSOSTEK tidak menaruh dananya pada investasi yang bersifat 'gorengan' dan mempunyai risiko tinggi. Sedangkan, saham berstatus LQ45, Amran menyampaikan memiliki kepastian return alias imbal hasil yang jelas sehingga minim risiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham jamsostek
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top