Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Belum Akan Intervensi Rupiah

Deputi Gubernur BI Dody Waluyo mengatakan, pihaknya masih akan melihat perkembangan nilai rupiah sesuai dengan kekuatan pasar. Apabila nilai rupiah masih sesuai dengan perhitungan fundamental yang dilakukan BI, pihaknya tidak akan melakukan intervensi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  13:02 WIB
Mata uang rupiah dan dolar AS - Reuters/Yusuf Ahmad
Mata uang rupiah dan dolar AS - Reuters/Yusuf Ahmad

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) belum akan melakukan intervensi lebih lanjut terkait tren penguatan nilai rupiah pada awal 2020.

Deputi Gubernur BI Dody Waluyo mengatakan, pihaknya masih akan melihat perkembangan nilai rupiah sesuai dengan kekuatan pasar. Apabila nilai rupiah masih sesuai dengan perhitungan fundamental yang dilakukan BI, pihaknya tidak akan melakukan intervensi.

"Sepanjang [nilai rupiah] tetap sesuai dengan indikator yang sudah ada, kami akan tetap membiarkan rupiah menguat," katanya saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta pada Senin (13/1/2020).

Dody mengatakan, penguatan nilai rupiah didorong oleh beberapa hal. Secara domestik, nilai rupiah didukung kondisi makroekonomi Indonesia yang positif. Hal tersebut terlihat dari nilai PDB yang stabil dan juga didukung oleh terjaganya inflasi serta hasil survei konsumen BI yang menunjukkan tren membaik.

Selain itu, indikator eksternal juga memperlihatkan kinerja baik. Aliran modal asing atau capital inflow menunjukkan tren positif yang turut ditopang oleh naiknya cadangan devisa Indonesia.

Berdasarkan data BI, capital inflow pada 2019 mencapai Rp224,2 triliun. Perinciannya, sebesar Rp168,6 triliun masuk ke Indonesia dalam bentuk surat berharga negara (SBN), disusul oleh instrumen saham sebesar Rp50 triliun.

Sementara itu, capital inflow pada obligasi korporasi dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) masing-masing mencapai Rp3 triliun dan Rp2,6 triliun.

Hingga 9 Januari 2019, capital inflow pada 2020 berada di posisi sepanjang Rp10,1 triliun. Adapun cadangan devisa Indonesia hingga Desember 2019 sebesar US$129,2 miliar.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditransaksikan menguat 0,70% ke level Rp13.675 pada pukul 13.01 WIB. Sejak awal tahun, rupiah menguat 1,38%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top