Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Iran 'Legowo', Bursa Eropa Ditutup Naik 0,2 Persen

Bursa Eropa berhasil rebound ke zona hijau dan ditutup di posisi lebih tinggi pada perdagangan Rabu (8/1/2020) setelah Iran mengindikasikan bahwa serangan rudal yang dilancarkannya adalah “akhir” dari aksi balas dendam atas tewasnya Jenderal Qasem Soleimani.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  06:25 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa berhasil rebound ke zona hijau dan ditutup di posisi lebih tinggi pada perdagangan Rabu (8/1/2020).

Penguatan terjadi setelah Iran mengindikasikan bahwa serangan rudal yang dilancarkannya adalah “akhir” dari aksi balas dendam atas tewasnya Jenderal Qasem Soleimani.

Serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Irak pada Rabu (8/1) pagi waktu Baghdad awalnya memantik kekhawatiran perang yang meluas di Timur Tengah.

Serangan tersebut mendorong investor ramai-ramai melarikan diri ke aset investasi aman (safe haven) sekaligus menyebabkan indeks Stoxx 600 Eropa melemah 0,6 persen.

Namun, indeks saham acuan Eropa itu kemudian secara bertahap mampu pulih dan mengakhiri pergerakannya naik 0,2 persen setelah Iran menyatakan tidak berupaya untuk meningkatkan konfrontasi, seperti dilansir dari Reuters.

Sementara itu, dalam pernyataannya pada menit-menit akhir perdagangan di Eropa, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan tidak adanya korban dalam serangan itu. Pernyataan Trump ini pun mengangkat indeks saham AS ke rekor level tertingginya.

“Setelah reaksi awal yang sangat negatif terhadap peristiwa semalam di Timur Tengah, pasar tampaknya mendapatkan harapan bahwa peristiwa itu memberi dasar yang cukup untuk de-eskalasi,” ujar Ingo Schachel, kepala penelitian ekuitas di Commerzbank.

Indeks DAX Jerman mengungguli indeks saham lainnya di kawasan Eropa setelah perkembangan positif geopolitik ini mampu mengimbangi data yang menunjukkan penurunan tak terduga dalam pesanan industri pada bulan November di Jerman.

Saham Airbus menjadi salah satu pendorong Stoxx dengan naik 2 persen setelah pesawat jet yang diproduksi rivalnya Boeing 737-800 jatuh tak lama setelah tinggal landas dari Iran dan menewaskan seluruh penumpang pesawat.

Saham Airbus membantu sektor perjalanan memimpin penguatan di antara subsektor Eropa dengan kenaikan 0,7 persen. Di sisi lain, saham pemasok Boeing, Senior Plc, Safran dan Melrose tergelincir antara 0,1 persen dan 1,2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran bursa eropa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top