Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun Depan, Penjualan Campina (CAMP) Ditargetkan Naik hingga 10 Persen

Hingga kuartal III/2019, perseroan mencatatkan penjualan tumbuh 7,17% secara tahunan menjadi Rp768,47 miliar, serta laba bersih tumbuh 15,78% secara tahunan menjadi Rp51,58 miliar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  19:32 WIB
Dari kiri ke kanan, Komisaris Independen Campina Vincent Makmur Widjaja, Direktur Campina Arif H. Rayadi, Direktur Adji Andjono Purwo, Presiden Direktur Samudera Prawirawidjaja, Sekretaris Perusahaan Sagita Melati, Direktur Produksi Hans Jensen dan Direktur Umum Hendro Hadipranoto saat Paparan Publik kinerja kuartal III/2019 PT Campina Ice Cream Industry Tbk di Surabaya, Selasa 26 November 2019. - Bisnis/Peni Widarti
Dari kiri ke kanan, Komisaris Independen Campina Vincent Makmur Widjaja, Direktur Campina Arif H. Rayadi, Direktur Adji Andjono Purwo, Presiden Direktur Samudera Prawirawidjaja, Sekretaris Perusahaan Sagita Melati, Direktur Produksi Hans Jensen dan Direktur Umum Hendro Hadipranoto saat Paparan Publik kinerja kuartal III/2019 PT Campina Ice Cream Industry Tbk di Surabaya, Selasa 26 November 2019. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Campina Ice Cream Industry Tbk. mengincar target penjualan tumbuh 8%-10% pada 2020, lebih tinggi dari target pertumbuhan tahun ini sebesar 7%.

Direktur Campina Ice Cream Industri Adji Andjono mengatakan target pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun depan. Target pertumbuhan tersebut didukung strategi perseroan melakukan peningkatan kapasitas produksi dan peluncuran produk baru.

Perseroan telah mengumumkan investasi melalui penambahan mesin baru untuk beberapa jenis produk es krim. Mesin baru itu diperkirakan mulai beroperasi dan berfungsi pada awal tahun depan.

Saat ini Campina mengandalkan satu pabrik di Surabaya dengan kapasitas terpasang 30 juta liter per tahun. Dalam laporan tahunan 2018, kapasitas produksi ice cream perseroan pada 2018 mencapai 23,8 juta liter.

Dia menambahkan kapasitas baru ini untuk memenuhi permintaan terhadap produk di segmen remaja dan segmen bawah. Di segmen bawah, Campina memiliki produk dengan harga di bawah Rp3.000.

"Ada beberapa jenis produk es krim yang mesinnya sudah kewalahan, sehingga kami perlu pasang mesin baru," katanya pada Senin (9/12/2019).

Produk Anyar

Peluncuran produk dengan segmen bawah sebagai strategi perseroan mempertahankan pangsa pasar yang saat ini sekitar 18%-20%, seiring masuknya kompetitor baru dengan harga yang lebih murah.

Lebih lanjut, kata dia, perseroan akan meluncurkan produk es krim yang mengincar pasar vegetarian pada kuartal II/2020. Strategi ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

"Produk ini berbasis susu almond. Untuk para vegetarian dan segmen menengah ke atas," imbuhnya.

Sampai akhir tahun ini, emiten bersandi saham CAMP itu memperkirakan dapat mencapai target pertumbuhan 7% secara tahunan. Salah satunya, penjualan di kuartal IV bakal didorong oleh penjualan pada Desember yang merupakan masa liburan panjang.

Hingga kuartal III/2019, perseroan mencatatkan penjualan tumbuh 7,17% secara tahunan menjadi Rp768,47 miliar, serta laba bersih tumbuh 15,78% secara tahunan menjadi Rp51,58 miliar.

"Penjualan di Desember biasanya naik 15% dibandingkan bulan normal lainnya. Sedangkan, di Lebaran biasanya naik lebih tinggi, 50%, dibandingkan bulan normal lainnya," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten CAmpina
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top