Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minyak Melonjak Jelang Pertemuan OPEC

Selain itu, minyak mentah mendapat dorongan menjelang pertemuan OPEC dan sekutunya untuk membahas perluasan atau kemungkinan penambahan batas produksi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  07:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Harga ninyak melonjak paling tinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir pada Rabu (4/12/2019), di tengah meningkatnya optimisme kesepakatan perdagangan AS-China

Selain itu, minyak mentah mendapat dorongan menjelang pertemuan OPEC dan sekutunya untuk membahas perluasan atau kemungkinan penambahan batas produksi.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari menguat 2,33 poin ke level US$58,43 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Februari ditutup menguat 2,18 poin ke level US$63 di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi US$4,66 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, AS dan China bergerak lebih dekat untuk menyepakati jumlah tarif yang akan dicabut dalam kesepakatan perdagangan fase pertama. Hal in i menghidupkan kembali harapan untuk mengakhiri sengketa perdagangan yang telah berlangsung selama lebih dari setahun.

"Harapan perdagangan AS-China memberi kontribusi pada reli hari ini," kata Timothy Evans, analis energi berjangka untuk Citi Futures, seperti dikutip Bloomberg.

Dari sini, pasar akan melihat ke pertemuan yang banyak ditunggu-tunggu pekan ini di antara OPEC dan sekutunya mengenai kebijakan pasokannya.

"Kita harus menunggu setidaknya besok untuk mempelajari keputusan kebijakan yang sebenarnya," kata Evans.

Sebelumnya, dalam diskusi pra-pertemuan OPEC+, Irak mundur dari proposal awal untuk memperdalam pengurangan produksi yang sudah ada untuk mengelola permintaan yang melambat. Berita tersebut menyebabkan minyak mentah melemah singkat, sebelum akhirnya kembali ke zona hijau.

Data inventaris AS mingguan menambah sentimen positif. Energy Information Administration (EIA) melaporkan menurunan cadanganminyak mentah AS sebesar 4,86 juta barel, lebih dari perkiraan pasar. Selain itu, peningkatan tajam dalam permintaan minyak mentah dari penyulingan mengimbangi pertumbuhan bensin dan persediaan minyak suling.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Januari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
4/12/201958,43+2,33 poin
3/12/201956,10+0,14 poin
2/12/201955,96+0,79 poin

 

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Februari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
4/12/201963+2,18 poin
3/12/201961,06+0,14 poin
2/12/201960,92+0,43 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top