Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OPEC+ Sinyalkan Pemangkasan Lebih Lanjut, Minyak Mentah Menguat

Minyak mentah mencatatkan penguatan tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir karena pelaku pasar mencari sinyal baru apakah OPEC dan sekutunya akan memperketat pasokan ketika mereka bertemu akhir pekan ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  07:17 WIB
Sebuah pompa minyak terlihat saat matahari terbenam di luar Scheibenhard, dekat Strasbourg, Prancis, 6 Oktober 2017. - REUTERS/Christian Hartmann
Sebuah pompa minyak terlihat saat matahari terbenam di luar Scheibenhard, dekat Strasbourg, Prancis, 6 Oktober 2017. - REUTERS/Christian Hartmann

Bisnis.com, JAKARTA – Minyak mentah mencatatkan penguatan tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir karena pelaku pasar mencari sinyal baru apakah OPEC dan sekutunya akan memperketat pasokan ketika mereka bertemu akhir pekan ini.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari 2020 ditutup menguat 1,4 persen atau 0,79 poin ke level US$55,96 per barel di New York Mercantile Exchange pada akhir perdagangan Senin (2/12/2019).

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Februari menguat 0,43 poin ke level US$60,92 di ICE Futures Europe Exchange London, dan diperdagangkan dengan premi US$5,01 dibandingkan WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, Irak telah mengisyaratkan bahwa OPEC+ akan kembali memutuskan penurunan output, bertentangan dengan anggota kartel lainnya yang bersikeras pemotongan lebih dalam tidak direncanakan.

"Komentar OPEC merupakan hal baik untuk minyak dan menjaga pasar tetap hijau," kata Robert Yawger, direktur berjangka di Mizuho Securities USA LLC, seperti dikutip Bloomberg.

Hedge fund meningkatkan posisi net-bullish mereka pada minyak mentah patokan AS, atau perbedaan antara ekspektasi bullish dan bearish, sebesar 15 persen menjadi 103.790 kontrak, ungkap Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS mengatakan pada hari Senin.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Sebelumnya di sesi Senin, minyak mentah sempat berbalik melemah menyusul tanggapan terhadap penurunan mengejutkan dalam pengeluaran sektor konstruksi AS dan kontraksi akktivitas manufaktur AS untuk bulan keempat berturut-turut.

Menambah entimen negatif, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia siap untuk menghukum China dengan tarif yang lebih ketat jika upaya menuju gencatan senjata perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu goyah.

Minyak mentah masih belum pulih dari penurunan 5,1 persen pada hari Jumat yang merupakan pelemahan terburuk dalam 2,5 bulan terakhir.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Januari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
2/12/201955,96+0,79 poin
29/11/201955,17-2,94 poin
28/11/2019holidayholiday
Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Februari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
2/12/201960,92+0,43 poin
29/11/201960,49-2,78 poin
28/11/201963,27+0,26 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top