Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 28 November: IHSG Melorot, Rupiah Terapresiasi Tipis

Nilai tukar rupiah mampu berakhir terapresiasi tipis terhadap dolar AS meskipun terbebani kekhawatiran seputar prospek kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 November 2019  |  20:19 WIB
Calon penumpang menunggu bus Transjkarta dengan latar belakang layar pergerakan saham PT Bursa Efek Indonesia di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (27/11/2019). - Antara/Wahyu Putro
Calon penumpang menunggu bus Transjkarta dengan latar belakang layar pergerakan saham PT Bursa Efek Indonesia di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (27/11/2019). - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 1 persen ke level penutupan terendahnya dalam sekitar 6 bulan, di tengah pelemahan pasar saham global.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah mampu berakhir terapresiasi tipis terhadap dolar AS meskipun terbebani kekhawatiran seputar prospek kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (28/11/2019):

IHSG Terpelanting ke Level Penutupan Terendah Sejak Mei

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir perdagangan hari keenam berturut-turut. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup melorot 1,16 persen atau 69,98 poin di level 5.953,06.

Penurunan yang dibukukan pada akhir perdagangan adalah yang terbesar sejak merosot 1,4 persen pada 25 Oktober sekaligus menyentuh level penutupan terendah sejak 22 Mei 2019. 

Delapan dari sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin infrastruktur (-2,30 persen) dan tambang (-2,18 persen). Satu-satunya sektor yang mampu membukukan kenaikan adalah aneka industri (+0,07 persen).

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 2,88 persen dan 0,79 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG pada akhir perdagangan.

Trump Tanda Tangan RUU Hong Kong, Rupiah dalam Tekanan

Nilai tukar rupiah berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (28/11/2019) seiring dengan penandatanganan RUU yang mendukung Hong Kong oleh Presiden AS Donald Trump membuat investor melarikan diri dari aset berisiko, termasuk rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (28/11/2019) rupiah ditutup di level Rp14.091, menguat tipis 0,02 persen atau 2,5 poin. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah tipis 0,09 persen menjadi 98,284.

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan bahwa sentimen tanda-tangan RUU mendukung Hong Kong oleh AS meningkatkan kekhawatiran pasar terkait berlanjutnya perang dagang dan mengakhir optimisme adanya kesepakatan parsial tahap pertama.

Trump Ambil Sikap Soal Hong Kong, Pasar Saham Global Tertekan

Bursa saham global rata-rata tertekan di zona merah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani legislasi yang menunjukkan dukungan untuk para demonstran di Hong Kong.

Undang-undang tersebut akan memungkinkan tinjauan tahunan status perdagangan khusus Hong Kong di bawah hukum Amerika dan sanksi terhadap pejabat yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia ataupun merongrong otonomi kota Hong Kong.

Langkah tersebut menyulut ancaman retaliasi dari Pemerintah China, yang mengendalikan kota tersebut, sekaligus memunculkan kekhawatiran seputar prospek tercapainya kesepakatan dagang interim antara AS dan China.

Demonstrasi Selama 6 Bulan, Dolar Hong Kong Masih Kokoh

Bank sentral Hong Kong secara de facto meyakini mata uangnya cukup kuat untuk melawan dolar AS, meskipun unjuk rasa pro-demokrasi telah mengguncang Hong Kong hampir selama enam bulan.

Wakil Kepala Eksekutif Otoritas Moneter Hong Kong Howard Lee mengatakan bahwa mata uang dolar Hong Kong tersebut telah membuktikan dapat bertahan di waktu yang berbeda dan dengan tantangan yang cukup luar biasa.

Sepanjang tahun berjalan 2019 dolar Hong Kong mampu mempertahankan posisinya di zona hijau dengan menguat 0,038 persen melawan dolar AS. Dolar Hong Kong berhasil menjadi salah satu mata uang Asia yang bergerak menguat melawan greenback di saat mata uang lainnya melemah.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2020 terpantau naik 2,50 poin atau 0,17 persen ke level US$1.463,30 per troy ounce pukul 15.52 WIB. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terkoreksi 0,081 poin atau 0,08 persen ke posisi 98,289.

Sebagai aset safe haven, daya tarik emas terangkat oleh keresahan investor atas prospek kesepakatan dagang AS-China setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani legislasi yang menunjukkan dukungan untuk para demonstran di Hong Kong.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta turun Rp1.000 menjadi Rp744.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas berkurang Rp1.500 menjadi Rp659.500 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top