Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

United Tractors (UNTR) Pangkas Target Lagi

Berdasarkan data laporan bulanan perseroan, emiten berkode saham UNTR tersebut mencatatkan penjualan alat berat dengan merk Komatsu sebanyak 166 unit pada Oktober 2019 hasil itu merupakan yang terendah sepanjang tahun ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 November 2019  |  18:59 WIB
Petugas memeriksa truk di sela-sela serah terima armada terbaru PT United Tractors Tbk. kepada Puninar Group di Jakarta, Senin (28/8). - JIBI/Dwi Prasetya
Petugas memeriksa truk di sela-sela serah terima armada terbaru PT United Tractors Tbk. kepada Puninar Group di Jakarta, Senin (28/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT United Tractors Tbk. kembali memangkas target penjualan alat beratnya pada tahun ini seiring belum membaiknya hasil penjualan sepanjang tahun.

Berdasarkan data laporan bulanan perseroan, emiten berkode saham UNTR tersebut mencatatkan penjualan alat berat dengan merk Komatsu sebanyak 166 unit pada Oktober 2019 hasil itu merupakan yang terendah sepanjang tahun ini.

Realisasi penjualan Oktober 2019 jika dibandingkan dengan penjualan bulan sebelumnya tercatat terkoreksi 16% dari 209 unit pada September 2019. Sementara itu, jika dibandingkan Oktober 2018 tercatat terkoreksi 66% dari 500 unit pada Oktober 2018.

Adapun sepanjang 10 bulan pada tahun ini perseroan telah menjual alat berat sebanyak 2.734 unit, terkoreksi 34% jika dibandingkan dengan realisasi penjualan pada periode yang sama sebanyak 4.181 unit.

Sementara itu, penguasaan pangsa pasar atau market share Komatsu sepanjang Januari 2019–Oktober 2019 tercatat sebesar 32%.

Investor Relation United Tractors Arie Setiyawan mengatakan bahwa perseroan kembali melakukan revisi target penjualan alat berat pada tahun ini. Menurutnya penurunan penjualan alat berat terutama karena penurunan harga komoditas batu bara dan crude palm oil (CPO).

Penurunan harga komoditas tersebut telah menyebabkan penurunan permintaan alat berat dari sektor pertambangan dan perkebunan.

Berdasarkan catatan Bisnis, sebelumnya UNTR merevisi turun target penjualan alat berat Komatsu dari 4.000 unit menjadi 3.600 unit pada 2019.

“Target tahun ini telah kami revisi menjadi 3.200 unit dengan pertimbangan pelemahan untuk sektor tambang dan perkebunan,” katanya kepada Bisnis, Rabu (27/11/2019).

Lebih lanjut, Ari menambahkan bahwa dengan asumsi harga komoditas batu bara yang sama seperti saat ini, kemungkinan produksi batu bara nasional menjadi sedikit turun.

Dengan demikian, permintaan alat berat pada 2020 mendatang akan mengalami tren penurunan.

“Selain itu pelanggan di sektor tambang telah melakukan pembelian alat berat yang cukup banyak sejak 2017,” ungkapnya.

Guna menambal pelemahan kinerja dari segmen bisnis penjualan alat berat, perseroan terus memaksimalkan unit usaha perseroan di bidang kontraktor penambangan yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Selain itu, adanya kontribusi baru pada tahun ini dari tambang emas Martabe diharapkan dapat mengkompensasi penurunan kinerja segmen bisnis lainnya hingga akhir tahun nanti.

Dari segmen penjualan emas, pada Oktober 2019 UNTR merealisasikan penjualan sebanyak 40.000 oz emas, meningkat 5,3% jika dibandingkan dengan realisasi penjualan pada bulan sebelumnya yakni 38.000 oz. Hingga Oktober 2019, UNTR telah menjual emas sebanyak 346.000 oz emas.

Pendapatan bersih segmen bisnis emas per September 2019 terhitung senilai Rp5,9 triliun. Sementara itu, PAMA membukukan peningkatan bersih sebesar 4% menjadi Rp30 triliun hingga kuartal III/2019.

“Kinerja penjualan emas masih sejalan hingga saat ini,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

untr
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top