Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Philip Sekuritas dan Panin Sekuritas Luncurkan Layanan Wakaf Saham

Dengan danya kemudahan bagi investor untuk mewakafkan saham, para dermawan dapat berbagi dan membantu sesama melalui Dompet Dhuafa sebagai nazir.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 November 2019  |  12:38 WIB
Dompet dhuafa - ilustrasi
Dompet dhuafa - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Philip Sekuritas Indonesia dan Panin Sekuritas resmi meluncurkan program wakaf saham pada Jumat (22/11/2019).

Kedua anggota bursa yang memiliki Sharia Online Trading System (SOTS) ini menjadi perusahaan efek ke-5 dan ke-6 yang meluncurkan program wakaf saham di sepanjang tahun ini.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa program wakaf saham diluncurkan BEI pada 26 April 2019 dalam acara Capital Market Summit & Expo di Surabaya.

“Wakaf saham melengkapi program filantropi yang sebelumnya sudah tersedia dalam kerangka program pasar modal syariah. Sebelumnya sudah ada zakat saham dan sedekah saham,” kata Hasan di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Hasan menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 6 perusahaan sekuritas yang merupakan AB SOTS yang meluncurkan layanan wakaf saham. DIharapkan hal ini dapat diikuti oleh AB SOTS lainnya.

Pasalnya, potensi pertumbuhan pasar modal syariah dan wakaf produktif di Indonesia diklaim sangat besar.

“Mudah-mudahan bisa menjadikan pasar modal sebagai sumber wakaf yang potensial,” imbuh Hasan.

Direktur Phillip Sekuritas Thessalonica Winarto menyampaikan bahwa perseroan telah menjadi AB SOTS sejak 2016 dan kala itu langsung bekerja sama dengan Dompet Dhuafa.

“Saat ini, seiring dengan pertumbuhan pasar modal syariah kami juga terus berkomitmen untuk ikut memajukan pasar modal syariah dengan meluncurkan wakaf saham,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan dengan danya kemudahan bagi investor untuk mewakafkan saham, para dermawan dapat berbagi dan membantu sesama melalui Dompet Dhuafa sebagai nazir.

Direktur Panin Sekuritas Prama Nugraha menambahkan bahwa program wakaf saham ini akan terus disosialisasikan kepada investor yang sudah ada sambil menarik potensi investor baru ke Panin Sekuritas. Adapun saat ini Panin Sekuritas mencatat total nasabah sekitar 20.000 investor.

“Kami berharap semoga program wakaf saham ini bisa menunjukkan potensi dan pertumbuhan ekonomi, baik untuk ibadah maupun memajukan kesejahteraan umum,” ujarnya.

Dompet Dhuafa menjelaskan pasar modal syariah Tanah Air kian melebarkan sayapnya. Dengan tujuan membantu sesama dan berbuat kebaikan, wakaf saham pun hadir menjadi salah satu produk yang cukup diminati oleh masyarakat.

Mekanisme dari wakaf saham ini yaitu investor melakukan transaksi wakaf saham dengan perusahaan sekuritas.

Perusahaan sekuritas kemudian mentransfer saham ke rekening efek nazir untuk dikelola. Perlu diingat bahwa saham yang boleh diwakafkan untuk wakaf saham ini adalah saham syariah.

Saham syariah yang akan diwakafkan tadi disetor atau diserahkan ke lembaga pengelola investasi.

Selanjutnya, keuntungan yang berasal dari pengelolaan saham syariah oleh pengelola investasi akan disetor ke lembaga pengelola wakaf. Pemanfaatan wakaf saham yang akan digunakan adalah hasil dividen atau pembagian laba dari pemegang saham.

Sementara ini, Dompet Dhuafa akan mengelola secara mandiri atas saham yang diterima sesuai rekomendasi dari perusahaan sekuritas. Jika nantinya jumlah saham sudah banyak dan perlu pengelolaan secara profesional, Dompet Dhuafa baru akan menggunakan jasa manajer investasi.

“Pada peluncuran wakaf saham yang dihadiri oleh Direktur Pengembangan BEI serta Badan Wakaf Indonesia hari ini Dompet Dhuafa menggandeng Philip Sekuritas Indonesia dan Panin Sekuritas sebagai dua sekuritas yang sudah terjamin terdaftar sebagai perusahaan AB SOTS yakni sistem transaksi saham syariah secara online yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal”, ujar Bobby P Manullang sebagai GM Wakaf Dompet Dhuafa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wakaf pasar modal syariah
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top