Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RUPSLB Indosat (ISAT) Setujui Penjualan 3.100 Menara

Adapun, perusahaan telah menyetujui nilai Rp6,39 triliun untuk penjualan 3.100 menara.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 November 2019  |  18:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar PT Indosat Tbk. (ISAT) pada Kamis (21/11/2019).

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ahmad Al-Neama mengatakan RUPSLB kali ini perseroan mendapat persetujuan transaksi menara. Adapun, perusahaan telah menyetujui nilai Rp6,39 triliun untuk penjualan 3.100 menara.

Seperti diketahui, ISAT telah mendapatkan pemenang lelang menara yakni PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebanyak 2.100. Sisanya, sebanyak 1.000 menara dibeli oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).

"Indosat Ooredoo telah mendapatkan persetujuan atas rencana transaksi penjualan sebagian aset perseroan dan penyewaan kembali yang merupakan transaksi material," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/11/2019).

Dikutip dari data pendapat kewajaran penilai independen Martokoesoemo, Pakpahan dan Rekan yang terlampir dalam keterbukaan informasi, Kamis (21/11/2019), terdapat proyeksi kinerja ISAT pada 2019 sebelum dan setelah melakukan penjualan menara.

Pascapenjualan menara, penilai independen tersebut menuliskan proyeksi kinerja operator berwarna kuning dari sisi laba bersih. Sebelum melakukan penjualan menara, ISAT diproyeksi menanggung rugi Rp320 miliar dan berubah menjadi laba sebesar Rp2,11 triliun.

Selain itu, liabilitas jangka panjang juga mengalami penurunan setelah pelepasan menara dilakukan. ISAT memiliki liabilitas jangka panjang sebesar Rp22,49 triliun atau turun 15,9% dari proyeksi sebelum menjual menara yakni Rp26,73 triliun. Adapun, kontributor terbesar berasal dari utang jangka panjang sebesar Rp12,13 triliun atau turun 33,48% dari Rp18,23 triliun dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya.

Kas dari kegiatan investasi pun naik dobel digit. Setelah perusahaan menjual menaranya, perusahaan diproyeksi memiliki kas dari kegiatan investasi sebesar Rp21,66 triliun atau naik 40,44% dari semula Rp15,42 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top