Bursa Asia Bergerak Positif, IHSG Malah Ditutup Melemah Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menetap di zona merah pada akhir perdagangan hari ini, Senin (18/11/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 November 2019  |  16:35 WIB
Bursa Asia Bergerak Positif, IHSG Malah Ditutup Melemah Tipis
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menetap di zona merah pada akhir perdagangan hari ini, Senin (18/11/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,09 persen atau 5,72 poin ke level 6.122,62, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan tipis 1,93 poin atau 0,03 persen di posisi 6.126,41 dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (15/11), IHSG mampu mengakhiri pergerakannya di level 6.128,34 dengan penguatan 0,48 persen atau 29,39 poin.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.098,08–6.134,31.

Enam dari sembilan sektor menetap di zona merah, dipimpin sektor infrastruktur (-1,09 persen) dan perdagangan (-0,45 persen). Tiga sektor lainnya menguat, dipimpin sektor tambang yang naik 1,52 persen.

Adapun sebanyak 144 saham menguat, 243 saham melemah, dan 274 saham stagnan dari 660 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing turun 1,96 persen dan 0,96 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG hari ini.

IHSG melemah setelah Indonesia mencatat defisit anggaran per 31 Oktober 2019 yang mencapai Rp281,9 triliun atau sudah 1,8% dari PDB.

Defisit anggaran per Oktober 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya di mana kala itu mencapai Rp229,7 triliun atau 1,56% dari PDB.

Hal ini disebabkan oleh pendapatan yang masih belum memuaskan akibat tekanan terhadap beberapa sektor seperti manufaktur dan pertambangan.

Dengan ini, utang yang ditarik pemerintah per Oktober 2019 mencapai Rp384,5 triliun atau sudah 107% dari target APBN. Adapun sisa lebih pembiayaan anggaran tercatat Rp84,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang sengaja ditarik dengan nominal cukup banyak mengingat adanya momentum penurunan suku bunga global.

"Kita melakukan strategi frontloading karena tren suku bunga yang turun," ujar Sri Mulyani, Senin (18/11/2019).

Indeks saham lain di Asia bergerak menguat pada perdagangan Senin (18/11) setelah Beijing mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga utama untuk pertama kalinya sejak 2015.

Bank sentral China memangkas suku bunga 7-day reverse repurchase agreement sebesar lima basis poin menjadi 2,50 persen, yang mendorong yuan menguat sementara menurunkan imbal hasil obligasi.

Berita tersebut mendorong indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,62 persen dan 0,8 persen, meskipun investor bereaksi secara hati-hati. Sementara itu, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang ditutup masing-masing menguat 0,49 persen dan 0,24 persen, sedangkan indeks Hang Seng melonjak 1,21 persen.

Pergeseran kebijakan terbaru China menambah harapan bahwa Beijing mungkin juga akan lebih serius membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Saham-saham yang melemah
KodePergerakan (persen)

TLKM

-1,96

HMSP

-0,96

PNBN

-6,23

UNTR

-2,12

Saham-saham yang menguat
KodePergerakan (persen)

BYAN

+18,80

BRPT

+5,12

BBRI

+0,73

ASII

+1,15

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top