Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demi Kesehatan, Trader Ramai-ramai Tuntut Jam Perdagangan Lebih Pendek

Pelaku pasar saham di seantero Eropa ramai-ramai menuntut jam perdagangan yang lebih pendek pada bursa demi meningkatnya kesejahteraan mereka.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 November 2019  |  17:05 WIB
London Stock Exchange - Reuters/Toby Melville
London Stock Exchange - Reuters/Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku pasar saham di seantero Eropa ramai-ramai menuntut jam perdagangan yang lebih pendek pada bursa demi meningkatnya kesejahteraan mereka.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Association for Financial Markets in Europe (AFME) dan Investment Association dalam sebuah surat kepada London Stock Exchange Group Plc. (LSE) dan bursa perdagangan lainnya di Eropa.

Surat itu menyarankan agar jam perdagangan berlangsung mulai pukul 9 pagi sampai 4 sore waktu London, dibandingkan dengan saat ini yang berlangsung dari 8 pagi hingga 4.30 sore.

Dalam surat itu, pengurangan jam perdagangan selama 90 menit disebut juga akan menciptakan pasar yang lebih efisien dengan memadatkan transaksi-transaksi.

London dituliskan bergulat dengan banyak laporan pelecehan seksual, jam panjang, dan macho culture (budaya yang keras).

Dalam dunia perdagangan ekuitas yang penuh tekanan, ekpektasi jam panjang disebut telah mempersulit untuk merekrut siapapun yang memiliki komitmen keluarga serta memberi dampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan pelaku pasar.

"Risiko perdagangan ekuitas tertinggal dorongan industri jasa keuangan untuk lebih beragam dan inklusi kecuali hari perdagangan yang panjang diatasi dengan pendekatan industri," ujar April Day, managing director dan head of equities di AFME, seperti dilansir dari Bloomberg pada Kamis (7/11/2019).

Seorang juru bicara untuk LSE mengatakan bursa ini akan mengkonsultasikan proposal tersebut dengan para anggota dan pelanggannya.

Sementara itu, seorang juru bicara CBOE Eropa berpendapat bahwa jam perdagangan yang lebih pendek itu adalah "konsep yang sangat menarik dan layak untuk dibahas”.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa saham london

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top