Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prapenjualan Intiland (DILD) Masih Seret, Ini Penyebabnya

PT Intiland Development Tbk. (DILD) hingga saat ini baru mengantongi Rp862 miliar atau 34,5 persen dari target tahun ini sebesar Rp2,5 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  17:46 WIB
Presdir/CEO PT Intiland Development Tbk Hendro S Gondokusumo (kedua kiri) bersama Wakil Presiden Direktur dan COO Suhendro Prabowo (dari kiri), dan Komisaris Utama Cosmas Batubara, mendengarkan pembicaraan Direktur Eksekutif Utama Gondokusumo, selepas RUPST/LB, di Jakarta, Jumat (20/4/2018)./JIBI/Bisnis - Endang Muchtar
Presdir/CEO PT Intiland Development Tbk Hendro S Gondokusumo (kedua kiri) bersama Wakil Presiden Direktur dan COO Suhendro Prabowo (dari kiri), dan Komisaris Utama Cosmas Batubara, mendengarkan pembicaraan Direktur Eksekutif Utama Gondokusumo, selepas RUPST/LB, di Jakarta, Jumat (20/4/2018)./JIBI/Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk. baru merealisasikan 34,5 persen target marketing sales sampai dengan kuartal III/2019.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan kinerja pemasaran belum juga menunjukan peningkatan sampai dengan bulan kesembilan. Pasalnya, perseroan hingga saat ini baru mengantongi Rp862 miliar atau 34,5 persen dari target tahun ini sebesar Rp2,5 triliun.

"Faktor yang menyebabkan Intiland belum mencapai target marketing sales, karena penjualan di produk-produk high rise untuk pasar menengah-atas masih cukup berat, serta tahun ini lebih konservatif dalam meluncurkan proyek baru tahun ini,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (29/10/2019).

Archied menjelaskan penjualan dari segmen pengembangan mixed-use & high rise memberikan kontribusi marketing sales sebesar Rp574 miliar. Segmen pengembangan kawasan perumahan tercatat berkontribusi sebesar Rp288 miliar.

Sementara itu, segmen pengembangan kawasan industri, belum dapat membukukan penjualan hingga akhir kuartal ketiga tahun ini.

Berdasarkan lokasi pengembangannya, penjualan dari proyek yang berada di Jakarta dan sekitarnya memberikan sumbangsih marketing sales sebesar Rp726 miliar. Sementara penjualan dari proyek-proyek perseroan di Surabaya dan sekitarnya tercatat mencapai Rp136 miliar.

Sampai akhir kuartal III tahun ini, emiten berkode saham DILD itu baru meluncurkan tiga pengembangan residensial baru. Ketiga pengembangan tersebut adalah apartemen SQ Res, Pinang Townhouse, dan klaster baru Zenith di kawasan perumahan Serenia Hills yang berlokasi di Jakarta.

Archied menambahkan perseroan telah mendapatkan komitmen penjualan inventori yang bukan termasuk aset utama (non-core asset) dengan nilai berkisar Rp375 miliar hingga Rp400 miliar.

“Komitmen penjualan tersebut seluruhnya berasal dari inventori non-core asset yang berlokasi di Surabaya. Transaksi penjualan ini rencanannya akan secara bertahap dilakukan dalam tahun ini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten intiland
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top