Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vale Indonesia: Valuasi 20 Persen Saham INCO Masih Dibahas

PT Vale Indonesia Tbk. menyebut masih membahas nilai pasar 20% saham yang akan didivestasikan kepada MIND.ID atau induk BUMN pertambangan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  12:57 WIB
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Nico Kanter (kanan) didampingi Wakil Presiden Direktur B. Irmanto berbicara pada acara Public Expose Marathon yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia, di Makassar, Kamis (14/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Nico Kanter (kanan) didampingi Wakil Presiden Direktur B. Irmanto berbicara pada acara Public Expose Marathon yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia, di Makassar, Kamis (14/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk. menyebut masih membahas nilai pasar 20% saham yang akan didivestasikan kepada MIND.ID atau induk BUMN pertambangan.

Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengungkapkan bahwa untuk pelaksanaan divestasi 20% saham perseroan masih dalam pembahasan antara kedua belah pihak. Pembahasan juga mencakup valuasi saham yang akan dilepas emiten berkode saham INCO itu.

“Semua itu masuk dalam subjek diskusi,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (9/10/2019).

Sebelumnya diberitakan bahwa pihak INCO menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi dengan PT Inalum (Persero) terkait dengan divestasi saham.

Bernardus menjelaskan bahwa kemungkinan dalam pekan ini akan dilakukan diskusi dengan Inalum terkait kewajiban divestasi saham yang tersisa 20% lagi.

Sesuai dengan amandemen Kontrak Karya (KK) pada 2014, emiten dengan kode saham INCO tersebut wajib mendivestasikan 40% saham ke pihak Indonesia dengan dasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pada 1990, Vale Indonesia telah melepas 20% sahamnya melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan ini akan kembali melepas saham sebesar 20% dengan mulai menawarkan sahamnya kepada pemerintah paling lambat mulai 14 Oktober 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vale indonesia tbk Nikel
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top