Rentan Lanjutkan Koreksi, IHSG Menguji Level 6.000

Pada perdagangan Senin (7/10/2019), IHSG ditutup turun 60,67 poin atau 1% ke level 6.000,52. Sepanjang tahun berjalan 2019, IHSG sudah melorot 3,13 persen.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  21:39 WIB
Rentan Lanjutkan Koreksi, IHSG Menguji Level 6.000
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas pada perdagangan Selasa (8/10/2019).

Pada perdagangan Senin (7/10/2019), IHSG ditutup turun 60,67 poin atau 1% ke level 6.000,52. Sepanjang tahun berjalan 2019, IHSG sudah melorot 3,13 persen.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. Lanjar Nafi mengatakan IHSG berisiko kembali melemah. Menurutnya IHSG saat ini tertahan pada level support lower bollinger bands dan psikologis 6.000. Indikator stochastic golden-cross berada pada level oscillator oversold dan RSI yang telah bergerak pada area yang cukup murah.

“Sehingga secara teknikal kami perkirakan IHSG akan kembali rebound menguji resistance MA5 dan resistance FR38.2% dengan rentang pergerakan 6.000-6.088,” katanya.

Menurunya saham-saham yang cukup menarik secara teknikal di antaranya adalah BMRI, BNGA, TOWR, ADRO, MEDC, dan UNTR.

Sementara itu, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan IHSG masih akan menunjukkan pelemahan.

“IHSG diprediksi melemah. Pergerakan diperkirakan masih akan terbatas melihat masih minimnya sentimen terutama dari dalam negeri. Indikator Stochastic bergerak menyempit disekitar area oversold menunjukkan rentang pelemahan semakin terbatas,” katanya.

Menurutnya, IHSG akan menguji level resistan 6.120 - 6.060. Sementara itu, area support berada di level 5.965 - 5.930.

Artha Sekuritas merekomendasikan jual saham WIKA dan BSDE, hold BRPT dan INCO, serta speculative buy MEDC.

Dennies merekomendasikan saham BRPT untuk dikoleksi sebab bergerak dalam tren konsolidasi. Selain itu, MEDC juga layak koleksi karena candlestick membentuk doji dan indikator stochastic menyempit di area oversold mengindikasikan adanya potensi penguatan.

Sementara itu, analis PT Binaarta Parama Sekuritas Nafan Aji mengatakan IHSG support pertama maupun kedua IHSG memiliki range pada 5.907,12 hingga 5.822,47. Sementara itu, resistan pertama maupun kedua memiliki kisaran pada 6.077,33 hingga 6.138,25.

“Berdasarkan indikator, MACD masih berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI bergerak ke bawah di area oversold atau jenuh jual. Di sisi lain, terlihat pola bearish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat,” tuturnya dalam riset.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, rekomendasi saham

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top