Calon Emiten Ginting Jaya Energi Bidik Pertumbuhan Dua Digit

Pada 2019, PT Ginting Jaya Energi Tbk. menargetkan pendapatan senilai Rp185 miliar, meningkat 10,02% dibandingkan dengan realisasi pada 2018 senilai Rp168,15 miliar.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  20:25 WIB
Calon Emiten Ginting Jaya Energi Bidik Pertumbuhan Dua Digit
Direktur Utama PT Ginting Jaya Energi Tbk Jimmy Hidayat (dari kanan) berbincang dengan Corporate Secretary PT Ginting Jaya Energi Tbk Junes. - Bisnis - Dinda Wulandari

Bisnis.com, JAKARTA — Calon emiten yang bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan minyak dan gas, PT Ginting Jaya Energi Tbk. membidik pertumbuhan kinerja dua digit pada tahun ini.

Komisaris Independen Ginting Jaya Energi Jhon Veter Firdaus mengatakan bahwa perseroan pada 2019 menargetkan pendapatan senilai Rp185 miliar, target tersebut meningkat 10,02% dibandingkan dengan realisasi pada 2018 senilai Rp168,15 miliar.

Sementara itu, untuk laba bersih pada tahun ini perseroan menargetkan dapat mengantongi Rp31,21 miliar atau meningkat 16,02% dibandingkan dengan realisasi pada 2018 senilai Rp26,9 miliar.

“Target itu merujuk pada nilai kontrak yang sudah dikantongi pada tahun ini,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Adapun, pada April 2019, perseroan telah mengantongi kontrak dengan total senilai Rp390 miliar. Kontrak tersebut untuk layanan workover dan well service (wows) yang dengan masa kontrak selama 2 tahun.

Saat ini, perseroan memiliki 9 unit rig wows yang beroperasi di dua wilayah Pulau Sumatra, yakni Riau dan Sumatra Selatan.

“Karena kontraknya 2 tahun, jadi tahun ini kami dapat separuh dari total nilai kontrak senilai Rp390 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Ginting Jaya Energi Jimmy Hidayat mengatakan bahwa permintaan jasa wows masih memiliki peluang yang luas di Indonesia.

Menurutnya, sekitar 85% sumur pengeboran yang beroperasi di Indonesia saat ini tergolong memiliki usia yang tua, sehingga jasa wows sangat diperlukan. Selain itu, bisnis tersebut tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak dunia.

Dia mengklaim, saat ini perseroan yang berkantor di Palembang, Sumatra Selatan itu merupakan pemain utama jasa wows di wilayah tersebut. Perseroan memiliki ambisi untuk menjadi penyedia jasa wows terbesar di Indonesia.

Untuk merealisasikannya, perseroan akan melakukan ekspansi dengan menambah unit rig wows sebanyak 7 unit. Untuk itu, perseroan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

“Dana hasil IPO 61% untuk pembelian 7 unit rig, sekitar 16% untuk pembelian aset tetap, 10% pelunasan utang, dan 12% untuk modal kerja,” jelasnya.

Hadi Pranggono, Head of Investment Banking MNC Sekuritas menjelaskan, perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 750 juta saham atau 30,29% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Adapun, masa penawaran umum akan dimulai pada 28 Oktober 2019–31 Oktober 2019. Sementara itu, pencatatan saham perseroan akan dilakukan pada 6 November 2019.

"Harga yang ditawarkan pada rentang Rp375-Rp400 per saham dengan price earning ratio (PER) 9 kali—11,4 kali," jelasnya.

Dengan rentang harga tersebut, Ginting Jaya Energi berpotensi menggalang dana segar sekitar Rp281,25 miliar-Rp300 miliar lewat IPO. Sebelumnya, perseroan mengincar dana IPO senilai Rp300 miliar hingga Rp400 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, Ginting Jaya Energi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top