Industri Minyak Iran Diminta Mewaspadai Serangan Siber AS

Serangan ke fasilitas minyak Saudi Aramco pada pertengahan September 2019, kembali meningkatkan ketegangan di Teluk.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 30 September 2019  |  13:44 WIB
Industri Minyak Iran Diminta Mewaspadai Serangan Siber AS
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA – Industri minyak Iran diminta mewaspadai serangan dari dunia maya, sehubungan dengan belum redanya ketegangan antara Iran dan AS.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengimbau industri perminyakan Iran untuk mewaspadai serangan fisik dan siber, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington di wilayah Teluk.

Laporan media AS mengatakan Washington sedang mempertimbangkan kemungkinan serangan dunia maya terhadap Iran, setelah serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada pertengahan September 2019. Para pejabat AS menuding Teheran ada di balik insiden tersebut, kendati Iran telah membantahnya.

"Semua perusahaan dan fasilitas industri minyak harus sepenuhnya waspada terhadap ancaman fisik dan siber karena sanksi menargetkan industri perminyakan," paparnya dalam sebuah pernyataan, yang disampaikan oleh kantor berita Kementerian Minyak SHANA dan dilansir Reuters, Senin (30/9/2019).

Laporan di media sosial menyatakan ada serangan dunia maya terhadap beberapa perusahaan petrokimia dan lainnya di Iran pada Sabtu (21/9). Namun, badan negara yang bertanggung jawab atas keamanan dunia maya membantah telah terjadi serangan tersebut.

Sebelumnya, Iran mengungkapkan mereka sedang memeriksa keamanan di fasilitas minyak dan gas utama Teluk, termasuk menilai kesiapan untuk serangan dunia maya.

Iran telah lama waspada terhadap ancaman dunia maya, setelah AS dan Israel secara diam-diam menyabotase program nuklir Iran pada 2009 dan 2010 dengan virus komputer Stuxnet, yang menghancurkan fasilitas untuk pengayaan uranium Iran.

Di tempat lain, Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman memperingatkan harga minyak global bisa saja meroket ke angka yang tak terhingga apabila dunia tidak bersama-sama menghalangi Iran. Meskipun demikian, dia akan lebih memilih solusi politik dibandingkan dengan militer.

"Jika dunia tidak mengambil tindakan yang kuat dan tegas untuk menghalangi Iran, kita akan melihat eskalasi lebih lanjut yang akan mengancam kepentingan dunia," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak, iran

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top