Merdeka Copper Gold (MDKA) Pacu Produksi Tembaga

Hingga kuartal II/2019, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) memproduksi emas sebanyak 110.000 ounces (Oz) dan 9.033 ton tembaga.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 September 2019  |  12:43 WIB
Merdeka Copper Gold (MDKA) Pacu Produksi Tembaga
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Tri Boewono (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden Direktur Richard Bruce Ness (kiri), Direktur Independen Chrisanthus Supriyo (kedua kiri), Direktur Michael W.P. Soeryadjaya (kedua kanan) dan Direktur David Thomas Fowler (kanan), usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di Jakarta, Selasa(18/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Merdeka Copper Gold Tbk. masih fokus untuk mengejar target produksi tembaga yang ditargetkan mencapai 21.000 ton pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan pertambangan tembaga dijalankan oleh anak usaha perseroan, yakni PT Batutua Tembaga Raya. Perusahaan itu mengerjakan proyek tambang tembaga di Wetar, Maluku Barat.

“Hingga kuartal II/2019, tambang Wetar telah memproduksi 9.033 ton tembaga,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Dia mengungkapkan bahwa perseroan masih akan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada awal tahun ini meskipun catatan pada paruh pertama tahun ini belum mencapai 50% dari total target produksi.

Emiten berkode saham MDKA itu akan terus menggenjot produksi tembaganya untuk menangkap peluang harga tembaga yang diprediksi berada di tren bullish di antara harga logam dasar lainnya.

Menurutnya, perseroan akan terus memonitor perkembangan kondisi makroekonomi dunia dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja perseroan. Selain itu, Ari mengungkapkan perseroan terus melakukan pengembangan pada tambang tembaga Wetar.

“Sejauh ini masih in line dengan target tahunan kami pada 21.000 ton. Kami sedang dalam proses pengembangan di proyek Wetar,” ujarnya.

Di sisi lain, hingga kuartal II/2019, MDKA memproduksi emas sebanyak 110.000 ounces (Oz) dari total target tahun ini 180.000 Oz emas.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pada semester I/2019, emiten bersandi saham MDKA tersebut mengatongi pendapatan senilai US$191,77 juta, meningkat 66,95% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai US$42,25 juta, meningkat 29,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$32,25 juta.

“Kontribusi pendapatan perseroan terutama dari komoditas emas sebesar 69,53% dan tembaga sebesar 22,93%,” ungkapnya.

tambang emas

Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018)./JIBI-Abdullah Azzam

Hingga semester I/2019, perseroan telah menyerap anggaran belanja modal atau capital expenditure sebesar US$70 juta dari total yang dianggarkan pada tahun ini senilai US$160 juta.

Ari menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi tambang Tujuh Bukit yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Perseroan secara bertahap akan meningkatkan kapasitas produksi tambang tersebut menjadi 8 juta ton per tahun.

Stock Split

Pada perkembangan lain, Merdeka Copper Gold telah mengantongi izin dari para pemegang saham untuk melakukan pemecahan nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5.

Restu tersebut dikantongi perseroan setelah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Rabu (25/9/2019). Nilai nominal saham yang semula Rp100 per saham akan dipecah menjadi Rp20 per saham dan jumlah saham perseroan yang beredar akan menjadi 70 miliar saham.

Apabila rencana stock split dilaksanakan dengan asumsi harga pada penutupan perdagangan kemarin di level  Rp6.450 per saham, maka harga saham MDKA setelah stock split ada di kisaran Rp1.290.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Tri Boewono mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan stock split itu guna mendorong likuiditas perdagangan saham perseroan di pasar modal.

Menurutnya, semakin banyaknya jumlah saham perseroan yang beredar dengan satuan nilai harga per saham yang lebih kecil, diharapkan memberikan akses bagi investor ritel untuk berinvestasi pada saham perseroan.

“Dampak positifnya terhadap likuiditas perdagangan saham, pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham MDKA,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

saham MDKA

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, merdeka copper

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top