Sentimen Domestik Dorong Aksi Jual, IHSG Anjlok 1 Persen Lebih

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,11 persen atau 68,59 poin ke level 6.137,61, setelah dibuka turun 0,28 persen atau 17,43 poin di level 6.188,77.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 September 2019  |  16:24 WIB
Sentimen Domestik Dorong Aksi Jual, IHSG Anjlok 1 Persen Lebih
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir merosot lebih dari 1 atu persen, sekaligus melanjutkan rangkaian pelemahan pada hari keempat berturut-turut, Selasa (24/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,11 persen atau 68,59 poin ke level 6.137,61, setelah dibuka turun 0,28 persen atau 17,43 poin di level 6.188,77.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 6.115,95-6.194,59. Adapun pada perdagangan Senin (23/9), IHSG ditutup melemah 0,21 persen atau 13 poin ke level 6.231,47.

Seluruh sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin oleh sektor tambang yang merosot 1,99 persen, disusul sektor aneka industri yang melemah 1,72 persen.

Dari 655 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 102 saham menguat, 327 saham melemah, dan 226 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing melemah 1,33 persen dan 1,67 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Menurut Suria Dharma, kepala riset Samuel Sekuritas, aksi protes seputar revisi undang-undang (UU) KPK berikut kerusuhan yang melanda Papua telah mendorong aksi jual di pasar.

Jumlah korban meninggal akibat demonstrasi anarkis di Wamena dilaporkan bertambah menjadi 22 orang. Demo anarkis yang diduga berawal dari isu rasisme itu sempat melumpuhkan perekonomian di Wamena.

Para pendemo selain melakukan pembakaran juga merusak pelbagai fasilitas pemerintah dan swasta serta rumah dan kendaraan milik warga.

Pada saat yang sama, IHSG juga dipandang terdampak aksi unjuk rasa para mahasiswa dari sejumlah universitas yang menolak perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (revisi UU KPK).

Selain revisi UU KPK yang telah disahkan, mereka memprotes sejumlah rancangan undang-undang yang dinilai kontroversial, seperti RKUHP, RUU Permayarakatan, dan RUU Pertanahan.

Di sisi lain, analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menjelaskan pelemahan indeks lebih disebabkan oleh minimnya sentimen positif dari domestik.

"Belum terdapat data makroekonomi domestik yang memberikan high market impact yang positif bagi IHSG," terangnya kepada Bisnis, Selasa (24/9).

Sementara itu, Nafan menilai aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI tidak terlalu berdampak ke pergerakan indeks.

"Yang penting pelantikan Presiden pada Oktober 2019, berjalan dengan kondusif," tambahnya.

Dari sisi eksternal, investor masih menunggu kepastian dan perkembangan negosiasi dagang antara AS dan China. Pada saat bersamaan, memanasnya hubungan AS dengan Iran terkait serangan pesawat tanpa awak yang dilancarkan kelompok pemberontak Houthi ke instalasi minyak milik Saudi Aramco di Arab Saudi turut membuat investor gugup.

Di sisi lain, mayoritas indeks saham di Asia juga berakhir di wilayah positif, setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengkonfirmasi pembicaraan perdagangan AS-China akan dilanjutkan bulan depan

Namun, kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan global mengurangi sebagian besar minat investor terhadap aset aset berisiko.

Indeks Shanghai Composite menguat 0,28 persen setelah wakil kepala perencana negara China mengatakan Beijing akan meningkatkan upaya untuk menstabilkan pertumbuhan.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang terpantau menguat masing-masing 0,42 persen dan 0,09 persen libur pasar pada hari Senin, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,22 persen.

Dilansir Reuters, komentar dari Mnuchin bahwa pembicaraan perdagangan AS-China akan dilanjutkan minggu depan mendorong pergerakan saham. Dia kemudian mengklarifikasi bahwa negosiasi akan berlangsung dalam dua pekan ke depan.

"Komentar itu memberikan sedikit dorongan pada sentimen, tetapi pasar juga masih tidak optimis," kata Masahiro Ichikawa, analis senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management, seperti dikutip Reuters.

"Tampaknya ada banyak hal yang terjadi di balik layar," katanya, merujuk pada pertukaran yang tidak biasa, setelah Presiden AS Donald Trump mempertanyakan keputusan oleh negosiator perdagangan untuk meminta pejabat China menunda perjalanan direncanakan ke daerah pertanian AS.

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

Penurunan (persen)

BBCA

-1,33

BBRI

-1,67

ASII

-2,26

HMSP

-1,75

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

EMTK

+22,56

POLL

+5,61

JKON

+16,82

MASA

+15,45

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top