Kekhawatiran Dampak Serangan Saudi Surut, Wall Street Naik

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil berakhir di zona positif pada perdagangan Selasa (17/9/2019), seiring dengan meredanya kekhawatiran dampak serangan terhadap kilang minyak terbesar di Arab Saudi
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 September 2019  |  07:21 WIB
Kekhawatiran Dampak Serangan Saudi Surut, Wall Street Naik
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil berakhir di zona positif pada perdagangan Selasa (17/9/2019), seiring dengan meredanya kekhawatiran dampak serangan terhadap kilang minyak terbesar di Arab Saudi dan menjelang rilis keputusan suku bunga Federal Reserve.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup naik 0,26 persen di level 3.005,61, indeks Nasdaq Composite menguat 0,4 persen ke level 8.186,02, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,12 persen di posisi 27.109,03.

Saham-saham berakhir di teritori positif setelah hampir selalu bergerak variatif dalam sesi perdagangan tersebut.

Kenaikan yang dialami membantu menghapus penurunan Wall Street pada Senin (16/9) setelah serangan tersebut memusnahkan hampir separuh dari produksi minyak Arab Saudi, sehingga mendorong lonjakan harga minyak dan memicu ketegangan geopolitik.

Investor menjadi tenang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak menginginkan perang dan Arab Saudi mengatakan akan memulihkan produksi minyak pada akhir September.

“Banyak yang berpikir (pemulihan) itu akan memakan waktu berbulan-bulan sampai kita mendapatkan produksi kembali ke jalurnya, dan sekarang sepertinya hanya akan membutuhkan berminggu-minggu. Menempatkan produksi kembali pada jalurnya mengurangi risiko gangguan yang lebih tinggi," terang Keith Buchanan, manajer portofolio di GLOBALT Investments di Atlanta.

Indeks energi pada S&P 500 merosot 1,5 persen setelah mencatat lonjakan harian terkuatnya sejak Januari pada Senin (16/9). Adapun sektor barang konsumen, utilitas, dan real estat, yang dipandang defensif, membukukan beberapa kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama S&P.

Secara keseluruhan, sembilan sektor menguat pada perdagangan Selasa (17/9), dengan hanya energi dan industri berakhir di posisi lebih rendah.

Sementara itu, The Fed akan mengakhiri pertemuan kebijakan moneternya pada Rabu waktu setempat (Kamis dini hari WIB). Bank sentral AS ini diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, pengurangan suku bunga kedua tahun ini.

Investor juga akan menantikan petunjuk tentang sejauh mana pelonggaran kebijakan moneter AS akan berlangsung, mengingat bahwa pembuat kebijakan The Fed terpecah mengenai kelanjutan pemangkasan suku bunga.

“Akan menjadi sulit bagi mereka untuk memberi sinyal nada yang sangat dovish, mengingat mereka sudah terbagi pada titik ini,” ujar Chris Zaccarelli, chief investment officer di Independent Advisor Alliance, North Carolina.

Indeks bank pada S&P 500, yang cenderung berkinerja buruk di kondisi suku bunga yang lebih rendah, turun 0,6 persen.

Di sisi lain, sejumlah laporan aktivitas ekonomi tampak optimistis, dengan output manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Agustus dan optimisme kontraktor rumah merangkak naik pada bulan September.

Pergerakan Bursa Wall Street 17 September

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.109,03

+0,12

S&P 500

3.005,61

+0,26

Nasdaq

8.186,02

+0,4

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top