Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serangan Drone Buat Investor Resah, Wall Street Melemah

Saham energi melonjak namun pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) harus berakhir melemah pada perdagangan Senin (16/9/2019) di tengah kekhawatiran investor tentang risiko geopolitik dan ekonomi global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 September 2019  |  07:01 WIB
Bursa Saham AS - Reuters
Bursa Saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Saham energi melonjak namun pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) harus berakhir melemah pada perdagangan Senin (16/9/2019) di tengah kekhawatiran investor tentang risiko geopolitik dan ekonomi global.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,31 persen di level 2.997,96, indeks Nasdaq Composite turun 0,28 persen ke level 8.153,54, dan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,52 persen di posisi 27.076,82.

Serangan drone terhadap raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, pada Sabtu (14/9) sempat mendorong harga minyak naik lebih dari 20 persen sebelum kemudian berkurang setelah berbagai negara mengatakan akan memanfaatkan cadangan darurat guna memastikan pasokan yang stabil.

Indeks energi S&P 500 pun melonjak 3,3 persen, kenaikan harian terbesar sejak Januari. Saham Apache Corp, Helmerich and Payne, dan Cimarex Energy melonjak antara 12 persen-17 persen, sekaligus memimpin kenaikan pada S&P 500.

Koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi gerakan Houthi dari Yaman mengatakan serangan itu dilakukan dengan senjata Iran. Hal ini serta merta meningkatkan prospek konflik global yang melibatkan AS dan Iran.

“Investor AS sedang menunggu dengan napas tertahan tentang apa yang mungkin dilakukan AS dan aliansinya,” ujar Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Namun antisipasi dari biaya bahan bakar yang lebih tinggi membebani saham maskapai dan operator pelayaran. Indeks maskapai pada S&P 1500 turun 2,1 persen, sedangkan saham Carnival Corp turun 3,2 persen.

Adapun indeks ritel S&P 500 kehilangan 1,4 persen. Para peritel, yang akan dirugikan oleh kenaikan harga bahan bakar, menjadi salah satu penekan terbesar pada S&P 500.

“Serangan drone di Saudi telah berdampak pada bagaimana investor melihat keamanan dan stabilitas rantai pasokan energi global serta mendorong tingkat penilaian ulang risiko,” ujar Peter Kenny, pendiri Kenny's Commentary LLC dan Strategic Board Solutions LLC di New York.

Di sisi lain, saham perusahaan pertahanan Raytheon Co, Lockheed Martin Corp, dan Northrop Grumman Corp naik lebih dari 2 persen.

Pergerakan Bursa Wall Street 16 September

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.076,82

-0,52

S&P 500

2.997,96

-0,31

Nasdaq

8.153,54

-0,28

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top