IHSG Sukses Perpanjang Kenaikan Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri pergerakannya di zona hijau pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Jumat (6/9/2019), meskipun hanya dengan kenaikan tipis.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 September 2019  |  16:34 WIB
IHSG Sukses Perpanjang Kenaikan Jelang Akhir Pekan
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (26/1/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri pergerakannya di zona hijau pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Jumat (6/9/2019), meskipun hanya dengan kenaikan tipis.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup naik tipis 0,03 persen atau 2,15 poin di level 6.308,95 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (5/9), IHSG berakhir di level 6.306,8 dengan penguatan 0,59 persen atau 37,14 poin.

Indeks mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,36 persen atau 22,61 poin di level 6.329,41 pagi tadi. Namun, menjelang akhir sesi I, tenaga indeks telah tampak mulai mengendur.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.305,02 – 6.336,91.

Lima dari sembilan sektor berakhir di zona hijau, dipimpin industri dasar (+1,71 persen) dan tambang (+0,83 persen). Empat sektor lainnya ditutup di zona merah, dipimpin properti yang turun 1,78 persen sekaligus membatasi besarnya kenaikan IHSG.

Dari 651 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 211 saham menguat, 193 saham melemah, dan 247 saham stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang masing-masing naik 2,28 persen dan 7,50 persen menjadi penopang utama berlanjutnya kenaikan IHSG.

Di sisi lain, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) yang masing-masing turun 2,55 persen dan 19,05 persen membatasi kenaikan indeks.

Bank Indonesia merilis data posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar US$126,4 miliar. Cadangan devisa ini meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2019 sebesar US$125,9 miliar.

Peningkatan cadangan devisa pada Agustus 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Di sisi lain, BI juga merilis data Pendapatan Konsumen Porsi pendapatan responden rumah tangga digunakan untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio pada Agustus 2019 sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 68,8 persen menjadi 68,6 persen. 

Menurunnya proporsi konsumsi diikuti dengan meningkatnya porsi tabungan terhadap pendapatan atau savings to income ratio dari 19,1 persen menjadi 19,2 persen. 

Menurut Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, rilis data cadangan devisa (cadev) turut menjadi sentimen positif terhadap pola gerak IHSG hari ini.

“Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang,” tambah William melalui riset hariannya.

Mayoritas indeks saham di Asia juga berakhir di wilayah positif. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang naik 0,54 persen dan 0,17 persen masing-masing, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,22 persen.

Di China, indeks saham Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing menguat 0,46 persen dan 0,59 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menanjak 0,66 persen.

Investor menuntaskan pekan ini dengan sentimen positif yang tinggi berkat rencana perundingan perdagangan China-AS kembali dan berkurangnya risiko dari segala isu meresahkan mulai dari Brexit tanpa kesepakatan, kerusuhan di Hong Kong, hingga resesi AS.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP pada Kamis (5/9) menunjukkan payroll swasta AS meningkat pada Agustus dengan laju tercepatnya dalam empat bulan.

Secara terpisah, industri jasa AS rebound bulan lalu ke ekspansi tercepatnya sejak Februari, menurut indeks manajer pembelian (PMI) non manufaktur yang dirilis Institute for Supply Management (ISM).

Sementara itu, laporan pekerjaan AS yang akan dirilis Jumat (6/9) waktu setempat diperkirakan akan menunjukkan peningkatan solid dalam payroll AS, sebesar 160.000 untuk Agustus dan tingkat pengangguran bertahan di 3,7 persen.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah lanjut ditutup menguat 54 poin atau 0,38 persen di level Rp14.101 per dolar AS, penguatan hari ketiga berturut-turut.

Sebaliknya, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau terkoreksi 0,024 poin atau 0,02 persen ke posisi 98,390 pada pukul 15.51 WIB.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

HMSP

+2,28

BRPT

+7,50

BBRI

+1,18

BMRI

+1,08

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

TLKM

-2,55

POLL

-19,05

UNVR

-2,03

EXCL

-7,10

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top