Ringkasan Perdagangan 3 September: IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Nikel Reli

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seiring dengan menyusutnya permintaan untuk aset-aset berisiko.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 03 September 2019  |  19:27 WIB
Ringkasan Perdagangan 3 September: IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Nikel Reli
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seiring dengan menyusutnya permintaan untuk aset-aset berisiko.

Di tengah kondisi ini, harga emas Comex mampu bangkit dari zona merah dan terpantau menguat meskipun dolar AS meneruskan kenaikannya.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Selasa (3/9/2019):

Rupiah Tergelincir, IHSG Melemah Hari Kedua

IHSG ditutup melemah 0,46 persen atau 28,96 poin di level 6.261,59 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (2/9), IHSG berakhir terkoreksi 0,60 persen atau 37,92 poin di level 6.290,55.

Sementara itu, nilai tukar rupiah tergelincir dan ditutup melemah 34 poin atau 0,24 persen di level Rp14.228 per dolar AS, setelah mampu membukukan apresiasi selama tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Dilansir Bloomberg, rupiah melemah di tengah menyusutnya permintaan untuk aset-aset berisiko akibat prospek manufaktur global yang lesu.

“Pelemahan terbaru dalam PMI dari China dan sebagian besar negara di Asia membebani mata uang regional,” ujar Terence Wu, seorang pakar strategi valas di OCBC Bank, Singapura.

Bursa Asia Terbebani Perang Dagang, Gejolak Brexit Lumpuhkan Pound Sterling

Bursa Eropa kompak melemah bersama bursa Asia, saat nilai tukar pound sterling melorot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pergolakan mengenai Brexit (perpisahan Inggris dari Uni Eropa).

Di pasar mata uang, nilai tukar pound sterling melorot 0,7 persen ke level US$1,1981 dan nilai tukar euro turun 0,3 persen ke posisi US$1,0942.

Nilai tukar pound sterling jatuh di bawah level US$1,20, untuk pertama kalinya sejak 2017, setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengancam akan mengadakan pemilihan umum dini.

Nikel Perpanjang Reli, Lanjut Cetak Level Tertinggi

Nikel memperpanjang reli luar biasa, karena investor bersiap untuk defisit pasokan yang melebar setelah pemasok bijih nikel utama, Indonesia, memajukan larangan ekspor bijih nikel 2 tahun lebih awal dari yang dijadwalkan.

Seperti yang diketahui, Indonesia memberlakukan larangan ekspor bijih nikel yang dimajukan mulai 1 Januari 2020 dari jadwal semula pada awal 2022. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap defisit pasokan untuk industri baja nirkarat.

Menurut Analis nikel Beijing Antaike Information Development Co. Xu Aidong, larangan Indonesia akan menghasilkan defisit global lebih dari 100.000 ton pada 2020, naik dari perkiraan sebelumnya yaitu kekurangan 40.000 ton.

Pertama Kalinya, Produksi Minyak OPEC Meningkat Sejak Awal 2019

Produksi minyak mentah OPEC dikabarkan meningkat bulan lalu, kenaikan pertama sejak kartel minyak ini dan aliansinya memulai putaran baru upaya pengurangan produksi pada awal tahun demi menopang pasar global.

Menurut survei Bloomberg, Nigeria dan Arab Saudi memimpin dorongan produksi oleh OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak), yang secara kolektif meningkat 200.000 barel per hari menjadi 29,99 juta per hari.

Rusia, produsen terbesar di luar OPEC, juga menunjukkan tanda-tanda kemunduran dalam komitmennya. Negara ini memompa 11.294.000 barel per hari pada Agustus, atau 104.000 per hari lebih dari batasnya berdasarkan perjanjian OPEC.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 terpantau menguat 10,30 poin atau 0,67 persen ke level US$1.539,70 per troy ounce pukul 18.26 WIB.

Padahal, pada saat yang sama, indeks dolar AS, naik 0,37 persen atau 0,369 poin ke posisi 99,285. Penguatan dolar AS diketahui berpotensi menggerus minat pembelian dalam mata uang lainnya.

Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan bahwa harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah prospek perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian Brexit.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta turun sebesar Rp3.000 menjadi Rp765.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp4.000 menjadi Rp691.000 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top