Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

10 Top Losers Perdagangan 2 September, PBSA Paling Anjlok

Saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk. membukukan penurunan harga tertajam pada perdagangan Senin (2/9/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 03 September 2019  |  07:21 WIB
30 tim mengikuti kompetisi jual beli saham OPPO Stocks in Your Hand di mainhall Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario
30 tim mengikuti kompetisi jual beli saham OPPO Stocks in Your Hand di mainhall Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk. membukukan penurunan harga tertajam pada perdagangan Senin (2/9/2019).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham bersandi PBSA tersebut memimpin daftar saham terlemah (top losers) dengan ditutup anjlok 25 persen di level Rp585 per lembar saham, sekaligus menyentuh batas penghentian perdagangan saham otomatis (auto rejection) bawah.

Sistem auto rejection di bursa menetapkan batas auto rejection sebesar 35 persen bagi saham dengan rentang Rp50—Rp200, sebesar 25 persen bagi saham dengan rentang Rp200—Rp5.000, serta 20 persen bagi saham dengan rentang harga di atas Rp5.000.

Menempel pelemahan saham PBSA adalah saham PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. (PGLI) yang berakhir anjlok 24,88 persen di level Rp302 per lembar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu melanjutkan relinya dan terpaksa ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berakhir melemah 0,60 persen atau 37,92 poin di level 6.290,55 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (30/8), IHSG masih mampu memperpanjang penguatannya dengan berakhir naik 0,63 persen atau 39,35 poin di level 6.328,47, reli hari keempat berturut-turut.

Sebelum berbalik ke wilayah negatif dan berakhir melemah, indeks sempat melanjutkan kenaikannya ke level 6.338 setelah dibuka naik tipis 0,04 persen atau 2,68 poin di posisi 6.331,15. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.281,6 – 6.338,11.

Lima dari sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin barang konsumsi (-1,69 persen) dan aneka industri (-1,55 persen). Empat sektor lainnya ditutup di zona hijau, dipimpin tambang yang naik 1,75 persen sekaligus membatasi besarnya penurunan IHSG.

Dari 650 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 141 saham menguat, 277 saham melemah, dan 232 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing turun 1,64 persen dan 2,23 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Berikut adalah perincian 10 saham dengan penurunan harga terbesar atau Top Losers hari ini:
SahamHarga Sebelumnya (Rp)Harga Penutupan Hari Ini (Rp)Perubahan (persen)
PBSA780585-25,00

(195 poin)

PGLI402302-24,88

(100 poin)

KAYU550458-16,73

(92 poin)

APEX525450-14,29

(75 poin)

NICK318280-11,95

(38 poin)

BABP6053-11,67

(7 poin)

OCAP246220-10,57

(26 poin)

LION560505-9,82

(55 poin)

FREN134121-9,70

(13 poin)

ETWA6256-9,68

(6 poin)

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG IHSG top losers
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top